
Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia sudah mencapai swasembada beras pada tahun 2025. Tahun tersebut memang menjadi tahun pertama kalinya Indonesia tidak lagi mengimpor beras.
Orang nomor satu di Tanah Air itu menyebutkan secara resmi Indonesia mencapai swasembada beras .
“Alhamdulillah, Desember 31 tahun 2025, 24.00, bisa kita dengan resmi mengatakan, di tahun 2025, Republik Indonesia swasembada beras,” kata Prabowo dalam gelaran Taklimat Awal Tahun 2026, dikutip dari laman YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (6/1).
Menurut dia upaya Indonesia untuk swasembada pangan ternyata didukung oleh dinamika dunia. Dia menyinggung banyaknya konflik yang terjadi antarnegara, termasuk negara produsen beras.
“Sumber impor beras kita tadinya adalah Thailand, dan Kamboja, dan Vietnam. Sekarang, Thailand sama Kamboja perang terus, setelah perang, negosiasi, gencatan senjata, damai, meletus lagi, meletus lagi, dalam keadaan seperti itu, bayangkan. Amankah kita tergantung impor dari negara yang konflik?,” imbuhnya.
Selain itu, kesulitan mendapatkan beras juga pernah terjadi saat pandemi COVID-19, saat seluruh produsen beras mempertahankan stok demi kepentingan negaranya. Sehingga Indonesia tidak bisa mengimpor beras sekalipun memiliki uang banyak.
Lebih lanjut Prabowo menjelaskan swasembada pangan adalah salah satu syarat suatu bangsa merdeka. Di Indonesia dengan makanan pokok, maka swasembada beras penting.
Meskipun menurut dia tidak hanya beras, Indonesia juga harus swasembada pangan yang lain, seperti jagung, singkong. Prabowo menargetkan setelah karbohidrat melalui beras, Indonesia juga harus swasembada protein.
“Jadi pangan dan energi harus kita mandiri. Harus kita mandiri. Alhamdulillah target yang saya berikan kepada tim, tim pangan kita, saya berikan target waktu awal pemerintahan yang saya pimpin adalah 4 tahun untuk sebuah sumber makanan,” katanya.
Prabowo juga mengeklaim posisi cadangan beras yang dikantongi pemerintah hari ini adalah terbanyak sepanjang sejarah. Berdasarkan data Perum Bulog, hingga akhir 2025 stok beras yang dikantongi Bulog tercatat sebesar 3,24 juta ton.
Prabowo mengatakan angka tersebut lebih tinggi dari cadangan pada masa Presiden Soeharto lalu yang mencapai 2 juta ton.
“Hari ini cadangan beras kita di gudang pemerintah lebih dari 3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Ini saya kira adalah akibat kerja keras semua unsur,” jelasnya.