
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan mahasiswa fakultas teknik ke daerah terdampak bencana di Sumatera. Mereka akan diberdayakan untuk membantu mendata rumah yang rusak.
“Kita juga akan menurunkan mahasiswa-mahasiswa keteknikan, khususnya Sipil dan Arsitektur, untuk memvalidasi data ini,” kata Kapusdatin BNPB, Abdul Muhari (Aam), dalam jumpa pers, Selasa (6/1).

Aam mengatakan, hal tersebut saat ini telah dilakukan untuk wilayah Sumatera Barat. Ada sekitar 400 mahasiswa teknik dari Universitas Andalas yang diterjunkan ke daerah bencana.
“Untuk benar-benar memvalidasi kriteria kerusakan yang sudah dilaporkan. Ini penting, karena nantinya ini akan sangat memengaruhi hak-hak dari warga terdampak,” jelasnya.
Data yang didapat nanti akan menentukan mana warga yang berhak mendapatkan insentif Rp 30 juta untuk rumah rusak sedang dan Rp 15 juta untuk rusak ringan. Termasuk mendata warga yang harus mendapat hunian sementara atau hunian tetap.
“Saat ini data yang sudah masuk ke kita, total rumah rusak berat sebanyak 48.786. Kemudian dari total rumah rusak ini yang seharusnya menjadi dasar identifikasi kebutuhan huntara dan DTH,” ucap Aam.