Sama-sama dipecat Manchester United, Jose Mourinho ogah bandingkan nasibnya dengan Ruben Amorim

Photo of author

By AdminTekno

Kita Tekno – – Kabar pemecatan Ruben Amorim dari Manchester United turut memancing respons dari Jose Mourinho. Melansir Manchester Evening News, pelatih senior asal Portugal itu menilai bahwa hanya Amorim sendiri yang benar-benar bisa memahami apa yang terjadi di balik kepergiannya dari Old Trafford, setelah lebih dari setahun masa kepemimpinan yang dinilai mengecewakan.

Manchester United memang telah resmi berpisah dengan Amorim pada awal pekan ini. Sementara manajemen klub mulai menyusun langkah untuk mencari pengganti, Mourinho memberikan pandangannya dari sudut yang lebih personal, sebagai sesama pelatih Portugal yang pernah merasakan tekanan besar di klub yang sama.

“Apa yang terjadi dengan Rúben adalah sesuatu yang hanya Rúben yang bisa analisis,” kata Mourinho kepada publikasi Portugal O Jogo. 

Dari yang Terburuk hingga Terbaik: 6 Daftar Peringkat Pelatih Manchester United Setelah Era Sir Alex Ferguson

“Saya yakin dia akan melakukannya, dia dan stafnya. Apakah dia akan melakukannya bersama Anda dan mempublikasikan pandangannya, itu saya tidak tahu.”

Ketika ditanya apakah pemecatan Amorim berpotensi menambah tekanan bagi generasi pelatih muda Portugal lainnya, Mourinho menepis anggapan tersebut.

“Saya tidak mengerti mengapa hal itu akan terjadi, tetapi setiap pelatih akan menjawab sendiri. Bagi saya, tidak, saya tidak merasakannya seperti itu.”

Bagi Mourinho sendiri, topik pemecatan bukanlah hal asing. Ia juga pernah mengalami nasib serupa bersama Manchester United, ketika diberhentikan setelah dua setengah tahun menukangi klub. 

Bruno Moreira Antusias Digembleng Keras Bernardo Tavares! Modal Bagus Persebaya Surabaya Jelang Lawan Malut United!

Namun, ia memilih untuk tidak membandingkan pengalamannya dengan situasi yang dialami Amorim saat ini.

“Karier saya di Manchester United, saya sangat mengenalnya. Saya juga tahu alasan mengapa saya akhirnya pergi,” kata Mourinho.

“Namun seperti yang selalu saya lakukan, atau coba saya lakukan, ketika saya meninggalkan sebuah klub, saya menutup pintu dan kemudian saya tidak memberikan komentar. Saya tidak menganalisis secara eksternal apa yang terjadi.”

Meski begitu, Mourinho menyiratkan keyakinan bahwa pemecatan bukanlah akhir dari segalanya bagi Amorim.

“Satu pintu tertutup dan pintu lain akan terbuka. Itulah yang terjadi ketika saya pergi. Sejarah tetap di sana, angka-angka tetap di sana, tiga medali kembali ke rumah dan hanya itu.”

Sebagai pengingat, Mourinho memimpin Manchester United dalam 144 pertandingan antara Mei 2016 hingga Desember 2018. 

Selama periode tersebut, ia sukses mempersembahkan Community Shield, Piala FA, dan Piala Liga—tiga trofi yang hingga kini masih menjadi bagian penting dari lemari prestasi klub di era pasca-Sir Alex Ferguson.

Resmi! Persija Lepas 2 Pemain Berlabel Timnas Indonesia U-20 di Tengah Musim

Setelah musim ketiganya berakhir dengan kekecewaan, Mourinho digantikan oleh Ole Gunnar Solskjaer. Kini, nama Solskjaer kembali mencuat dan disebut-sebut berpeluang mengambil alih kursi manajer interim untuk kedua kalinya. 

Meski demikian, ia bukan satu-satunya opsi yang dipertimbangkan, dengan Michael Carrick dan Darren Fletcher juga masuk dalam radar manajemen.

Leave a Comment