Darah Indonesia hancurkan karir Ruben Amorim, aksi pemain keturunan bikin pelatih MU dipecat

Photo of author

By AdminTekno

Ringkasan Berita:

  • Intersep dan umpan tak terduga dari bek keturunan Indonesia ini menjadi awal mula gol Leeds United yang mengguncang mental MU.
  • Manajemen MU menilai Amorim tidak mampu mengatasi kelemahan pertahanan saat menghadapi transisi serangan balik cepat seperti yang diinisiasi Struijk.
  • Penghargaan pemain terbaik (Man of the Match) yang diterima Struijk semakin memperjelas betapa dominannya Leeds di bawah tekanan taktik Amorim yang akhirnya dianggap gagal.

Kita Tekno – – Kursi panas manajer Manchester United kembali memakan korban.

Ruben Amorim resmi didepak dari posisinya pada Senin (5/1/2026), hanya sehari setelah hasil minor di Elland Road.

Namun, di balik drama pemecatan tersebut, ada satu nama yang mencuat sebagai tokoh antagonis bagi Setan Merah.

Satu nama tersebut adalah Pascal Struijk, bek tangguh Leeds United yang memiliki darah Indonesia.

Hasil imbang 1-1 melawan Leeds United pada Minggu (4/1/2026) menjadi titik didih bagi manajemen Manchester United.

Kegagalan meraih poin penuh di laga tersebut dianggap sebagai bukti kuat bahwa Amorim gagal membawa stabilitas bagi tim.

Tembok Kokoh

Penampilan bek berusia 26 tahun ini benar-benar menjadi mimpi buruk bagi lini depan Manchester United.

Pascal Struijk tidak hanya tampil disiplin di lini belakang, tetapi juga menjadi otak di balik gol pembuka yang membuat publik Old Trafford terdiam.

Pada menit ke-62, Struijk melakukan aksi defensif yang menentukan arah pertandingan.

Ia melakukan intersep krusial atas umpan Diogo Dalot yang sebenarnya ditujukan kepada Joshua Zirkzee.

Bola sapuannya justru berubah menjadi umpan akurat ke lini depan.

Brenden Aaronson yang menerima “hadiah” dari Struijk tersebut langsung melakukan aksi solo, melewati Ayden Heaven, dan melepaskan tembakan yang tak mampu dibendung Lisandro Martinez. Leeds pun unggul 1-0.

Dominasi di Lapangan

Meski Manchester United sempat membalas lewat gol Matheus Cunha tiga menit berselang, Setan Merah tampak kehilangan akal untuk menembus pertahanan yang digalang Struijk di sisa waktu pertandingan.

Penampilan impresif Struijk pun diakui oleh pengamat sepak bola dunia.

Daily Mail memberinya nilai 7,5, sementara Flashscore memberinya skor tinggi 8,1.

Ia dinobatkan sebagai salah satu pemain terbaik di lapangan berkat kontribusi ganda: mematikan serangan lawan sekaligus memulai transisi serangan mematikan.

Akhir Perjalanan Ruben Amorim

Bagi manajemen Manchester United, kegagalan menang atas Leeds United adalah kegagalan yang tidak bisa ditoleransi lagi.

Momentum di Elland Road tersebut menjadi pemantik akhir bagi nasib sang pelatih asal Portugal.

“Kegagalan MU meraih kemenangan di Elland Road menjadi momentum krusial bagi manajemen Manchester United.”

“Pada Senin (5/1/2026), klub secara resmi mengumumkan pemecatan Ruben Amorim.”

Laga melawan tim yang diperkuat pemain berdarah Indonesia tersebut akhirnya tercatat sebagai pertandingan terakhir Amorim sebelum surat pemecatan dilayangkan sehari kemudian.

(Tribunnewsmaker.com/Candra) 

Leave a Comment