Ringkasan Berita:Operasi pencarian Syafiq Ridhan Ali Razan, pendaki muda asal Magelang yang hilang di Gunung Slamet sejak 28 Desember 2025 resmi dihentikan pada 8 Januari 2026. Tim SAR Gabungan Menggunakan Berbagai Metode untuk Melakukan Penyisiran Ayah Syafiq Ridhan Ali Razan adalah ASN di Pemerintah Kota Magelang
Magelang Tribunjogja.com — Sabtu 27 Desember 2025 menjadi hari yang tak terlupakan bagi keluarga Syafiq Ridhan Ali Razan, yang kini hilang dalam dekapan Gunung Slamet.
Syafiq Ridhan Ali Razan, seorang pelajar berusia 18 tahun, memulai pendakian Gunung Slamet bersama seorang temannya melalui Basecamp Dipajaya, Kabupaten Pemalang.
Pendakian yang seharusnya menjadi pengalaman penuh semangat dan petualangan, justru berakhir dengan kabar kehilangan yang mengguncang banyak pihak.
Sejak laporan hilangnya Syafiq diterima, suasana harap-harap cemas menyelimuti keluarga, sahabat, dan masyarakat.
Gunung Slamet, dengan segala keindahan dan misterinya, seakan menutup rapat keberadaan sang pendaki muda.
Pencarian Maksimal 
Tim SAR gabungan segera dikerahkan begitu laporan kehilangan masuk.
Mereka berusaha keras melakukan penyisiran di berbagai titik, menembus hutan lebat, jalur terjal, hingga kawasan rawan longsor.
Harapan demi harapan sempat muncul setiap kali tim menemukan jejak atau tanda, namun kenyataan berkata lain.
Berbagai metode penyisiran dilakukan, termasuk melibatkan relawan dan masyarakat sekitar.
Namun, hingga Kamis (8/1/2026), keberadaan Syafiq belum juga ditemukan.
Keputusan berat pun diambil, operasi pencarian resmi dihentikan.
Keheningan Gunung Slamet seakan menjadi saksi bisu atas perjuangan panjang tim pencari yang tak kenal lelah.
Keprihatinan Pemerintah Kota Magelang
Kabar dihentikannya pencarian Syafiq menjadi duka mendalam bagi Pemerintah Kota Magelang.
Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menyampaikan rasa belasungkawa yang tulus.
“Kami turut prihatin. Ini adalah musibah. Tentunya kami turut prihatin atas musibah tersebut,” ujar Damar, Jumat (9/1/2026).
Sejak awal, Pemkot Magelang telah mendampingi keluarga Syafiq.
Dukungan moral dan logistik diberikan agar keluarga tetap kuat menghadapi cobaan berat ini.
Sosok Syafiq dan Keluarga yang Berduka
Syafiq bukan hanya seorang pelajar biasa.
Ia adalah putra dari Dhani Rusman, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Magelang.
Kehilangan ini bukan hanya tragedi bagi keluarga, tetapi juga bagi lingkungan kerja sang ayah dan masyarakat Kota Magelang.
“Apalagi ananda ini kan putra dari staf kami yang ada di Pemerintah Kota Magelang. Saya prihatin, bagi saya ini menjadi menjadikan duka yang cukup dalam,” kata Damar.
Dukungan Moral dan Logistik
Dalam menghadapi musibah ini, Pemkot Magelang tidak tinggal diam.
Dukungan diberikan dalam berbagai bentuk seperti bantuan moral pendampingan psikologis dan doa bersama hingga bantuan logistik kebutuhan keluarga selama masa pencarian.
“Pasti, kemarin sudah kita dorong juga teman-teman secara mandiri. Moral logistik dan lain sebagainya,” tambah Damar.
Keindahan dan Misteri Gunung Slamet
Gunung Slamet, gunung tertinggi di Jawa Tengah, dikenal sebagai destinasi favorit para pendaki.
Namun, di balik pesonanya, gunung ini menyimpan tantangan besar.
Jalur pendakian yang panjang, cuaca yang tak menentu, serta medan yang sulit sering kali menjadi ujian berat bagi para pendaki.
Kehilangan Syafiq menjadi pengingat bahwa pendakian bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga ujian mental dan persiapan matang.

Nama: Gunung Slamet (bahasa Jawa: ꦒꦸꦤꦸꦁꦱ꧀ꦭꦩꦼꦠ꧀)
Jenis: Stratovolcano (gunung berapi kerucut tipe A)
Ketinggian: 3.432 meter di atas permukaan laut
Koordinat: 7°14′30″ LS dan 109°12′30″ BT
Wilayah administratif: Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes
Julukan: “Atap Jawa Tengah”
Jalur Pendakian
Gunung Slamet memiliki beberapa jalur pendakian resmi yang populer di kalangan pendaki:
Jalur Bambangan (Purbalingga): Jalur paling populer dan relatif ramai.
Jalur Dipajaya (Pemalang): Jalur yang digunakan oleh Syafiq Ridhan Ali Razan dalam pendakian terakhirnya.
Jalur Gunung Malang (Banyumas): Jalur dengan tantangan medan yang cukup berat.
Jalur Kaliwadas (Brebes): Jalur alternatif dengan panorama indah.
Jalur Dukuh Batursari (Tegal): Jalur yang lebih jarang digunakan, cocok bagi pendaki berpengalaman. (Tro/iwe)