
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menerangkan beratnya berkompetisi di Indonesia. Ini bukan hanya soal kualitas pemain di setiap tim lawan, tetapi juga jarak tempuh.
Hodak membandingkan jarak tempuh tandang antara kompetisi Indonesia dan Eropa. Menurutnya, dengan ditambah jadwal yang padat, berkompetisi di Indonesia terasa lebih berat karena ada laga tandang yang amat jauh jaraknya.
“Jadi, Liga Indonesia cukup sulit karena perjalanan-perjalanan yang harus ditempuh. Di Eropa, klub-klub melakukan perjalanan 1 atau 2 jam. Di sini, ke Papua 5 setengah jam. Di sini, [ibarat] se-Eropa, jika melakukan perjalanan dari Portugal ke Kazakhstan, misalnya,” kata Hodak dalam konferensi pers jelang laga kontra Persija, Sabtu (10/1).
“Jadi, Anda jelas tidak akan menemukan banyak penerbangan seperti itu. Tidak mudah setelah naik bus dan perjalanan [darat] tidak seperti di Eropa, jalan raya empat jalur. Karena itulah liga ini sangat berat secara fisik. Dan ketika banyak pertandingan dalam waktu singkat, semua orang akan merasakannya,” tambah pria Kroasia itu.

Bojan Hodak juga mengkritisi soal fasilitas. Klub-klub Eropa memiliki jet pribadi, sedangkan Indonesia tidak seperti itu.
“Di Eropa pun klub-klub top memiliki jet pribadi. Mereka juga menyediakan operasi jika Anda mau. [Kalau di Indonesia] perjalanan akan sambil makan mie. Jadi ini jelas berbeda,” tandasnya.
Terdekat, Persib akan menjamu Persija dalam lanjutan Super League 2025/26 di Stadion GBLA, Minggu (11/1) pukul 15:30 WIB. Saat ini, Persija berada di urutan kedua dan Persib ketiga dengan sama-sama mengoleksi 35 poin. Pemenang laga akan menyalip Borneo FC (37 poin) di puncak.