Duo bersaudara yang terpisah benua, bertemu untuk pertama kalinya sejak diadopsi saat masih bayi

Photo of author

By AdminTekno

Perjalanan 16.000 kilometer dan memakan waktu 23 jam itu merupakan pertemuan yang telah didambakan selama lebih dari 60 tahun. Russell Gower akhirnya bisa bertemu abang kandungnya untuk pertama kali.

Awal Desember, Russell, 64 tahun, melakukan perjalanan dari Wales selatan ke Brisbane di Australia untuk bertemu Peter, abangnya yang kini berusia 69 tahun.

Tapi, alih-alih merasa canggung, dia menggambarkan momentum ini sebagai sesuatu yang terasa “alami, sambil menambahkan “tak ada hal lain selain kegembiraan”.

Pertemuan kembali adik-kakak yang telah lama berpisah ini akan secara resmi disambut dengan pesta keluarga besar di Brsibane pada Hari Natal.

Kedua pria ini lahir di London dari pasangan Ray dan Jill.

Peter dilahirkan saat Jill masih berusia 15 tahun dan pasangan itu belum menikah—situasi yang membawa stigma negatif pada era 1950-an. Hal inilah yang membuat Peter diadopsi dan diboyong ke Australia, negara tempatnya dibesarkan.

Ray dan Jill—yang saat ini sudah tiada—akhirnya menikah setelah putra pertama mereka, Peter, diadopsi.

Beberapa tahun kemudian mereka punya anak lagi bernama Russel. Lalu menyusul anak perempuan, Jackie—yang juga sudah meninggal.

Peter menjalani sebagian besar hidupnya di Australia tanpa mengetahui kebenaran tentang keluarga aslinya. Sampai akhirnya, saudari angkatnya memberi tahu kebenarannya beberapa tahun terakhir.

Cucunya di Australia kemudian melacak Russell, yang telah tinggal di Llanharan, Rhondda Cynon Taf, Wales, selama lebih dari 30 tahun. Tes DNA telah dilakukan untuk mengonfirmasi hubungan tersebut.

Saat masih remaja, Russell diberi tahu oleh saudara perempuannya, ia memiliki abang kandung yang telah diadopsi. Namun, ibunya tidak pernah secara langsung bercerita tentang Peter.

Menjelang akhir hayat pada 2007, ibunya yang saat itu terkena kanker stadium akhir berkata kepadanya: “Ada sesuatu yang perlu kukatakan padamu.”

Russell saat itu yakin, kalau ibunya bermaksud memberitahu tentang abangnya, tetapi sang bunda meninggal sebelum sempat melakukannya.

Dia berkata: “Ibu saya jelas sangat trauma karenanya, meskipun saya tidak akan pernah mengetahuinya.”

“Pada akhirnya dia memberi tahu adik saya. Saya tidak tahu bagaimana dia bisa menjalani hidupnya setelah kehilangan bayi pertamanya dalam keadaan seperti itu.”

“Dia pasti bertanya-tanya setiap hari tentang apa yang sedang dilakukannya. Bagaimana hari pertamanya di sekolah? Apakah dia sudah punya anak? Pasti sangat, sangat sulit baginya.”

Russell sekarang adalah pensiunan manajer operasional ritel di sebuah toko roti, sudah menikah, dan dikaruniai seorang putri. Ia melakukan perjalanan ke Australia sendirian untuk pertemuan pertama.

Dia pernah mencoba melacak saudaranya di Australia beberapa tahun yang lalu, tetapi usahanya tidak membuahkan hasil.

Momen ketika kedua pria itu, dengan perawakan yang sangat mirip, bertemu dan berjabat tangan di jalan masuk rumah Peter di Brisbane, terekam kamera oleh kerabat yang membantu mengatur pertemuan tersebut.

Seluruh keluarga besar yang berjumlah 17 orang akan berkumpul untuk merayakan Natal secara lengkap pada Hari Natal.

Russell mengaku merasa waspada menjelang pertemuan itu, tetapi saudara laki-lakinya mengatakan, dia tidak menyimpan dendam atau kepahitan tentang adopsi tersebut.

Dia berkata tentang perasaannya sebelum pertemuan itu: “Kami benar-benar tidak memiliki kesamaan apa pun selain ikatan darah.”

“Dia memiliki kehidupan yang sama sekali berbeda di belahan dunia lain, dan masa kecil yang sama sekali berbeda.”

“Awalnya saya agak khawatir tentang bagaimana hal itu akan terjadi, tetapi kekhawatiran saya segera sirna. Pertemuan ini rasanya alamiah sejak awal.”

“Saat saya menjabat tangannya, dan dia meletakkan tangannya di bahuku, saya langsung tahu. Ada sesuatu yang istimewa. Rasanya seperti kami memiliki kesamaan.”

Russel mengaku mereka berdua “agak emosional” saat keduanya mengetahui bahwa ini seharusnya menjadi ulang tahun ke-85 ibu mereka.

“Kebetulan saja dia dan saya menghabiskan waktu berkualitas bersama pada hari yang seharusnya menjadi ulang tahunnya yang ke-85. Takdir telah mempertemukan kami,” kata Russell.

“Saya yakin dia pasti akan sangat senang melihat kedua putranya pergi minum bir dan mengobrol. Itu sangat berharga.”

“Ini benar-benar takdir. Aku bisa saja menjalani hidupku tanpa pernah menemukannya, dan tiba-tiba, di sinilah kami.”

Dengan, “begitu banyak hal yang harus dibahas”, keduanya mulai bertanya-tanya apakah kunjungan tiga minggu itu cukup lama.

“Ini telah mengubah dunia saya,” kata Russell.

“Pertemuan ini tiba di waktu yang sangat tepat. Hari apa pun dalam seminggu akan fantastis, tetapi diundang ke sana untuk Natal benar-benar istimewa.”

“Aku tak pernah menyangka akan mengatakan ini, tapi aku akan mengadakan pesta barbekyu di Hari Natal bersama saudaraku. Luar biasa.”

  • ‘Lingkaran setan’ di balik perdagangan anak berkedok adopsi dari Indonesia ke Belanda
  • Kisah anak-anak ‘hilang’ Korsel yang dikirim ke luar negeri untuk diadopsi – ‘Anak-anak kami diambil’
  • Setelah 40 tahun terpisah, anak Indonesia yang diadopsi warga Belanda bertemu ibu kandung
  • ‘Saya menghabiskan 44 tahun demi mencari putri saya’ – Ibu dan anak terpisah puluhan tahun akibat adopsi ilegal di Korsel
  • Kisah anak-anak ‘hilang’ Korsel yang dikirim ke luar negeri untuk diadopsi – ‘Anak-anak kami diambil’
  • Hidup tanpa identitas di Malaysia: ‘Saya tak percaya bertemu dengan ibu kandung setelah 15 tahun terpisah dari kecil’

Leave a Comment