Bulog siapkan 1 juta ton beras premium untuk ekspor

Photo of author

By AdminTekno

Pemerintah menarget Indonesia bisa melakukan ekspor beras untuk tahun ini. Untuk itu, Perum Bulog saat ini mengalokasikan beras premium sebanyak 1 juta ton ekspor.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menuturkan alokasi tersebut diambil dari stok beras Bulog yang saat ini sebanyak 3,25 juta ton. Meski begitu, ia memastikan stok beras di awal tahun tak akan terganggu.

“Kalau kita stok-kan 1 juta ton, masih sisa 2,5 juta ton. Jadi stok untuk Imlek terus kemudian masuk Ramadan, baru Lebaran, kami yakinkan aman dengan stok kalau kepotong nanti 1 juta ton untuk ekspor itu, masih sisa 2,25 juta ton. Aman,” ujar Rizal ditemui di sela-sela Rakernas Bulog 2025 di Kantor Perum Bulog, Jakarta Selatan pada Minggu (11/1).

Terkait tujuan ekspor, Rizal memang belum bisa memberi rincian. Namun, menurutnya komunikasi untuk penjajakan ekspor terus dilakukan utamanya dengan negara-negara ASEAN.

“Setiap kami rapat dengan Atase Perdagangan dari seluruh Atase Perdagangan yang ada di ASEAN dulu. Alhamdulillah sudah ada komunikasi. Namun kami sudah mengantisipasi, Bulog sudah menyiapkan 1 juta sesuai dengan arahan Mentan,” kata Rizal.

Saat ini, Rizal menuturkan Bulog masih menunggu hasil komunikasi dengan masing-masing kedutaan tersebut. Ia berharap akan ada respons dalam waktu beberapa pekan atau beberapa bulan ke depan.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman optimistis Indonesia bisa merealisasikan ekspor beras pada 2026. Menurutnya, ekspor beras bisa dilakukan apabila serapan Perum Bulog bisa menyamai seperti pada 2025 lalu.

Pernyataan tersebut diutarakan oleh Amran di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam gelaran Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan.

“Aku tidak minta lebih, sama saja [serapan]. Hampir pasti kita lakukan ekspor tahun ini dan itu sejarah pertama Indonesia,” tutur Amran dalam gelaran tersebut, di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1).

Amran mencatat sepanjang 2025 Indonesia memproduksi gabah setara beras sebanyak 34 juta ton. Berdasarkan data Survei Kerangka Sampel Area Badan Pusat Statistik (BPS), proyeksi beras tahun ini direvisi menjadi 34,77 juta ton atau naik dari target atau proyeksi semula pada 32,07 juta ton.

Selain itu, Amran juga percaya diri pada 2026 ini Indonesia tidak akan mengimpor gula kristal putih (GKP). Dia menyebutkan ada proyek perkebunan tebu besar di Jawa Timur yang akan membuat pemerintah bisa memenuhi kebutuhan.

Leave a Comment