Ragam Prabowo kunjungi Kalimantan: resmikan sekolah rakyat-nginap di IKN

Photo of author

By AdminTekno

Presiden Prabowo Subianto meninjau Sekolah Rakyat Terpadu 9 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/1). Peninjauan ini dilakukan sekaligus meresmikan 166 Sekolah Rakyat.

Prabowo memasuki satu per satu ruangan yang ada di Sekolah Rakyat Terpadu 9 yang merupakan level SMA. Dia masuk ruang-ruang kelas sambil menyaksikan proses belajar mengajar.

Para siswa tampak mengenakan seragam setelan merah putih ala taruna militer.

Prabowo lalu melihat langsung perpustakaan yang ada di sekolah itu. Dia sempat melihat-lihat koleksi perpustakaan.

“Anak-anak sudah mulai senang baca?” tanya Prabowo.

“Alhamdulillah sudah,” kata Kepala Sekolah Rakyat Terpadu 9 Banjarmasin.

Prabowo lalu melanjutkan tinjauannya dengan melihat pertunjukan pentas seni dari para siswa Sekolah Rakyat.

Prabowo lalu menyaksikan kegiatan makan bergizi gratis (MBG) dari para siswa Sekolah Rakyat.

Saat Siswa Sekolah Rakyat Minta Foto Bersama Prabowo lewat Pantun

Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi. Peresmiannya dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/1).

Prabowo meninjau ruangan kelas di SRT 9 tersebut. Mulai dari ruang kelas lalu laboratorium. Para siswa tampak mengenakan seragam setelan merah putih ala taruna militer.

Prabowo kemudian ke panggung yang menampilkan nyanyian dan tarian khas Kalimantan Selatan.

Siswa SRT 9 yang berada di panggung usai menampilkan tarian daerah, kemudian memberikan pantun kepada Prabowo. Ada dua pantun yang dibacakan.

Setelah itu, siswa SR juga menyampaikan pantun untuk meminta foto bersama Prabowo. Begini pantunnya:

Setelah itu, para siswa SR itu pun berfoto dan bersalaman dengan Prabowo. Prabowo lantas melanjutkan menuju ke panggung utama untuk agenda utama peresmian.

Prabowo: Pertumbuhan Ekonomi Bagus, tapi Dirasakan Rakyat Enggak?

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi semata tidak cukup jika tidak disertai keberanian untuk menilai apakah hasilnya dirasakan oleh rakyat kecil.

Hal itu disampaikan Prabowo saat berpidato dalam peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi yang digelar di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1).

“Kemudian kita bangun, bagus pertumbuhan, ternyata kalau kita hanya mengejar pertumbuhan dan tidak melihat, tidak berani melihat pertumbuhan ini benar-benar dirasakan enggak oleh rakyat yang paling bawah? Di situ, di situ tugas para pemimpin. Kita harus berani melihat, Kita harus berani melihat kekurangan kita, dan kita harus ambil langkah, langkah kita harus berani,” kata Prabowo.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti cara berpikir konvensional dalam bernegara yang menurutnya masih dipengaruhi pemikiran neoliberal.

“Jadi saudara-saudara! Cara berpikir dan cara berpikir tentang bernegara, cara berpikir tentang pembangunan yang konvensional yang normatif adalah membangun pertumbuhan dan ada pemikiran selama ini ya, pemikiran neoliberal biar yang kaya biarin aja 0,1% lama-lama menurut teori ini karena pertumbuhan, kekayaan menumpuk nggak papa menumpuk di atas lama-lama akan menetes ke bawah,” ujar dia.

Namun, Prabowo meragukan efektivitas teori tersebut dalam konteks Indonesia. Ia mempertanyakan kapan kesejahteraan itu benar-benar dirasakan rakyat bawah.

“Ah ini teori, tapi nyatanya netesnya kapan sampai ke bawah, jangan-jangan netesnya 300 tahun, kita sudah mati semua. Ini menurut saya tidak tepat untuk kita, untuk negara seperti kita yang pernah dijajah, yang merdeka karena perjuangan merdeka karena ratusan tahun perjuangan, di mana waktu kita merdeka ya sebagian besar rakyat kita ia tidak punya apa-apa,” ucap dia.

Ia pun menekankan pentingnya pemerataan sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan.

Prabowo Kagum Siswa Sekolah Rakyat Pidato Bahasa Asing: Kirim ke Luar Negeri

Presiden Prabowo Subianto mengaku terkesima melihat capaian para murid Sekolah Rakyat (SR) yang dapat berpidato dengan menggunakan bahasa asing saat dirinya meresmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi.

Ia mengaku kagum karena kemampuan bahasa murid tersebut dinilainya sangat baik.

Peresmian itu berlangsung di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1).

“Saya terkesima hari ini terus terang saja, terkesima. Bisa ada anak yang pidatonya dalam beberapa bahasa, luar biasa, yang mereka itu bahasa Inggrisnya menurut saya luar biasa karena saya besar di luar negeri kalau saya bahasa Inggrisnya bagus ya wajar, saya pernah tinggal di daerah-daerah situ tapi anak ini, saya kagum juga sama dia tadi siapa namanya itu?” kata Prabowo.

Tadi itu yang berbahasa bagus itu semua Nanti suruh menghadap saya ya. Mungkin bagusnya kita kirim juga ke luar negeri kira-kira bagaimana setuju tidak?”–Presiden Prabowo Subianto

Selain kemampuan bahasa, Prabowo juga menyinggung prestasi akademik para murid Sekolah Rakyat yang baru berjalan enam bulan. Ia mengaku terharu melihat sejumlah anak sudah menorehkan prestasi tingkat olimpiade.

“Dan saya kagum masa baru 6 bulan tadi saya lihat sudah ada yang juara olimpiade ini, juara itu, juara olimpiade matematika luar biasa. Saya sangat terkesima, saya sangat terharu bahkan. Mudah-mudahan kamera nggak menuju ke saya tadi, sulit saya tahan air mata juga itu,” ucap dia.

Prabowo menyebut keberhasilan program tersebut tak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari kepala daerah hingga aparat keamanan.

“Dan saya terima kasih program-program kita berhasil karena dukungan semua, dukungan Bupati, dukungan wali kota, dukungan Gubernur, dukungan pimpinan polisi pimpinan tentara, dukungan semua, KL KL di mana-mana, Ini bukti kita berbuat sehingga anak-anak kita hari ini yang tadinya mungkin sulit sekolah sekarang mereka punya harapan,” pungkasnya.

Prabowo: Segelintir Orang Ejek Saya, tapi Punya Uang Sebarkan Sinisme Pesimisme

Presiden Prabowo Subianto menyinggung adanya pihak-pihak yang kerap mengejek dan menyebarkan pesimisme terhadap kebijakan pemerintahannya.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam Peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi yang digelar di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1).

Dalam pidatonya, Prabowo mengakui pengelolaan kekayaan nasional selama puluhan tahun belum tertib, sehingga membuka ruang kritik dan ejekan terhadap dirinya.

“Tidak mudah, banyak orang mengejek saya. Saya tahu, sebetulnya nggak banyak, segelintir orang saja. Hanya dia mungkin punya uang, dia punya sarana, dia bisa menyebarkan, dia bisa menyebarkan sinisme, pesimisme dan kemungkinan besar mereka dibayar oleh kekuatan-kekuatan asing. Itu keyakinan saya, kepercayaan saya,” kata Prabowo.

Prabowo menegaskan dirinya tidak ragu menghadapi caci maki selama yang dilakukan adalah hal yang baik dan benar.

Prabowo Akan Buka Kampus Kedokteran dan Teknik, Mahasiswa Tak Boleh Bayar

Presiden Prabowo Subianto menegaskan rencana pemerintah untuk segera membuka kampus-kampus kedokteran dan teknik yang dapat diakses oleh seluruh anak bangsa tanpa dipungut biaya.

Hal itu disampaikan Prabowo saat berpidato dalam Peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi yang digelar di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1).

“Saya akan buktikan kepada seluruh rakyat Indonesia dalam waktu dekat kita akan buka kampus-kampus kedokteran dan di kampus kedokteran ini, dan rencana saya kampus-kampus kedokteran, kampus-kampus teknik, dan sebagainya nanti dibuka untuk semua anak-anak Indonesia dan mereka tidak boleh bayar, dibayar oleh negara,” tegas Prabowo.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan pendidikan menjadi sarana paling tepat untuk memutus mata rantai kemiskinan meski diakui membutuhkan anggaran besar.

“Pendidikan adalah sarana yang paling benar untuk menghilangkan kemiskinan. Tapi pendidikan butuh uang, uang kita kalau dicuri, kalau dikorupsi kurang untuk membangun semua sekolah yang kita ingin bangun, Saudara-saudara. Semua kampus yang kita ingin bangun,” ujar dia.

Prabowo Tiba di IKN: Mendarat di Istana Garuda, Disambut Basuki Hadimuljono

Presiden Prabowo Subianto melanjutkan kunjungan kerjanya di Kalimantan pada Senin (12/1). Prabowo berkunjung ke Ibu Kota Nusantara (IKN).

Prabowo mendarat di IKN menggunakan Helikopter Kepresidenan dari TNI AU sekitar pukul 18.46 WITA.

Helikopter Kepresidenan yang ditumpangi Prabowo mendarat di halaman Istana Garuda IKN.

Prabowo nampak mengenakan kemeja safari cokelat. Dia langsung disambut Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.

Prabowo didampingi Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo; Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Seskab Teddy Indra Wijaya hingga Menlu Sugiono.

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Menginap di IKN

Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Kalimantan pada Senin (12/1). Prabowo menyempatkan mengunjungi Ibu Kota Nusantara (IKN). Ini merupakan kali pertama Prabowo ke IKN sejak menjabat Presiden.

Sebelum ke IKN, Prabowo meresmikan Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan dan meresmikan Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP).

“Iya betul. Setelah tadi pagi dari Banjarbaru di Kalimantan Selatan dan siangnya di Balikpapan Kalimantan Timur. Lalu menginap di IKN,” kata Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya.

Teddy menambahkan, Prabowo akan melanjutkan kunkernya esok pagi, Selasa (13/1). Namun, Teddy belum merinci agendanya.

Leave a Comment