Mengapa terjadi demonstrasi besar-besaran di Iran?

Photo of author

By AdminTekno

Ratusan orang diyakini telah tewas di Iran akibat demonstrasi besar-besaran yang menentang pemerintah. Ribuan orang lainnya dilaporkan telah ditangkap.

Donald Trump juga berulang kali mengancam akan mengambil tindakan militer jika pasukan keamanan Iran membunuh para demonstran.

Pada 28 Desember, para pemilik toko turun ke jalan-jalan di Teheran untuk mengekspresikan kemarahan terhadap anjloknya nilai mata uang rial terhadap dollar AS.

Nilai rial jatuh ke titik terendah sepanjang masa dan inflasi melonjak hingga 40%.

Ini mengakibatkan melejitnya harga barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti minyak goreng dan daging.

Sanksi atas program nuklir membuat ekonomi Iran negara itu tertekan dan melemah akibat salah urus dan korupsi di tubuh pemerintah.

Para mahasiswa dari berbagai universitas lalu bergabung dalam aksi protes tersebut.

Demonstrasi kemudian menyebar ke kota-kota lainnya.

Tuntutan massa kemudian meluas kepada perubahan politik. Dalam aksi-aksi itu sering terdengar teriakan slogan-slogan menentang Pemimpin Tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Adapun dukungan kepada Reza Pahlavi, putra mendiang Shah Iran yang diasingkan, makin luas menjelang akhir pekan lalu, bersamaan dengan turunnya ribuan orang ke jalan-jalan di Teheran dan kota-kota besar lainnya.

Menurut Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia Iran yang berbasis di AS, protes telah dikonfirmasi terjadi di 186 kota dan desa di seluruh 31 provinsi Iran sejak awal demonstrasi.

Kantor berita tersebut belum memberikan perkiraan jumlah orang yang diyakini telah ikut serta dalam protes tersebut, meskipun telah menyatakan bahwa lebih dari 10.000 demonstran telah ditangkap.

Bagaimana pihak berwenang menanggapi protes tersebut?

Pihak berwenang di Iran bertindak keras terhadap pengunjuk rasa.

Berbagai senjata, mulai dari meriam air hingga peluru tajam, dilaporkan telah digunakan terhadap para demonstran dengan dampak yang mematikan.

Beberapa orang yang berbicara kepada BBC di Teheran mengatakan bahwa respons terhadap protes dalam seminggu terakhir sangat intens.

Para petugas medis menggambarkan rumah sakit “kewalahan” dengan korban tewas dan luka-luka.

Pimpinan mahkamah tertinggi Iran bersumpah akan menjatuhkan hukuman “cepat dan keras”.

Mereka memperingatkan agar pengadilan di bawahnya agar tidak menunjukkan kelonggaran terhadap “para perusuh”.

Kelompok hak asasi manusia yang berbasis di AS, Human Rights Activist News Agency (HRANA), melaporkan hampir 500 demonstran dan 48 aparat keamanan tewas sejak protes dimulai.

Di antara mereka yang dilaporkan tewas adalah Amir Mohammad Koohkan, 26 tahun, pelatih sepak bola, dan Aminian, 23 tahun, mahasiswa Kurdi.

BBC Verify telah melihat potongan video dari proses pemakaman di Teheran yang memperlihatkan para pelayat meneriakkan “Matilah Khamenei”—Pemimpin Tertinggi Iran.

Pemadaman internet juga diberlakukan di negara itu, yang menurut para ahli dimulai pada Kamis.

Jaringan satelit Starlink milik Elon Musk dipromosikan sebagai salah satu cara untuk terhubung ke dunia, tetapi pengguna diperingatkan bahwa koneksi tersebut dapat dilacak oleh pihak berwenang.

Pada Senin, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengklaim pasukan keamanan telah mengendalikan sepenuhnya protes anti-pemerintah.

Menurut televisi pemerintah, pendukung pemerintah turun ke jalan untuk menunjukkan solidaritas melawan “aksi teroris” baru-baru ini.

Pemerintah Iran juga mengumumkan tiga hari berkabung untuk apa yang disebutnya sebagai “martir” yang tewas dalam “pertempuran nasional melawan AS dan Israel”—dua negara yang, menurut Teheran, memicu kerusuhan.

Siapa yang memegang kendali atas Iran?

Iran diperintah oleh Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, dengan populasi penduduk sekitar 90 juta jiwa.

Iran memiliki parlemen, tetapi parlemen ini sangat dikuasai anggota parlemen yang loyal kepada Khamenei. Sosok tersebut memiliki keputusan akhir dalam hal-hal terpenting—termasuk bagaimana menangani aksi protes.

Baca juga:

  • Kisah perjalanan udara yang menentukan revolusi Islam Iran
  • Beda Iran sebelum dan sesudah revolusi tahun 1979
  • Republik Islam Iran, negara yang ‘didirikan’ dari sebuah desa di luar kota Paris

Iran adalah sekutu utama Barat hingga 1979, ketika shah (raja) digulingkan dalam Revolusi Islam dan rezim Muslim Syiah mengambil alih kekuasaan.

Sejak itu, negara ini dijalankan berdasarkan garis agama yang ketat. Kritik terhadap rezim tidak ditoleransi dan kebebasan pribadi sangat dibatasi.

Hukum yang mewajibkan perempuan untuk mengenakan jilbab telah menjadi sumber kebencian yang mendalam—dan memicu protes massal pada 2022.

Iran memiliki salah satu tingkat eksekusi tertinggi di dunia dan secara konsisten berada di peringkat teratas di antara para pelanggar hak asasi manusia terburuk.

Negara-negara Barat memiliki hubungan yang tegang dengan Iran sejak Revolusi 1979. Karena itu, AS dan Iran menjadi musuh bebuyutan.

Washington menuduh Iran melakukan destabilisasi Timur Tengah, terutama melalui dukungannya terhadap kelompok-kelompok bersenjata, termasuk Hamas di Gaza, Hizbullah di Lebanon, dan Houthi di Yaman.

Sementara itu, Iran menuduh AS ikut campur di kawasan tersebut.

AS telah menjadi penentang utama program nuklir Iran, mengklaim bahwa Iran bertujuan untuk membangun senjata nuklir—sesuatu yang dibantah Iran.

AS membombardir situs-situs nuklir Iran tahun lalu, sementara sanksi internasional terhadap Iran atas aktivitas nuklirnya telah berdampak drastis pada ekonomi Iran.

Apa yang telah dikatakan Donald Trump tentang aksi militer AS?

Donald Trump dan pemerintahannya telah mengancam akan menggunakan “opsi yang sangat kuat” untuk campur tangan di Iran, yang dapat mencakup aksi bersenjata.

Berbicara kepada wartawan pada Minggu malam, presiden AS mengatakan Teheran telah menghubunginya untuk “bernegosiasi”, tetapi Trump memperingatkan bahwa dia mungkin harus bertindak sebelum pertemuan itu diagendakan.

Baca juga:

  • Perang Iran-Israel: Apakah keterlibatan AS bakal picu Perang Dunia III?
  • Israel bertekad menggulingkan rezim Iran – Pertaruhan besar Netanyahu
  • AS menyerang tiga fasilitas nuklir Iran, apa dampaknya dan bagaimana Iran akan membalas?

Seorang pejabat AS mengatakan kepada mitra berita BBC di AS, CBS, bahwa Trump telah diberi pengarahan tentang opsi serangan militer terhadap Iran.

Trump belum menjelaskan lebih lanjut tentang rencana AS, tetapi pada hari Minggu dia mengatakan bahwa para pemimpin Iran “ingin bernegosiasi”, karena “mereka lelah diperlakukan semena-mena oleh Amerika Serikat”.

Wall Street Journal melaporkan bahwa opsi lain yang tersedia bagi Trump dapat mencakup meningkatkan suara anti-pemerintah secara online, memberlakukan sanksi lebih lanjut, atau menggunakan senjata siber terhadap militer Iran.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan bahwa negara itu sepenuhnya siap untuk perang jika diserang.

Mengapa sulit mendapatkan informasi tentang apa yang terjadi di Iran?

Iran membatasi organisasi berita internasional seperti BBC untuk beroperasi di dalam negeri.

Lembaga penyiaran negara dan badan-badan resmi mengikuti pedoman ketat yang ditentukan oleh negara.

Para jurnalis independen Iran secara rutin menghadapi penganiayaan dan pelecehan atas setiap laporan yang mengkritik pemerintah.

Akses internet juga sangat dibatasi, dengan sebagian besar platform media sosial utama dan kantor berita Barat dilarang.

Namun, warga Iran telah mahir menggunakan berbagai metode seperti VPN untuk menghindari pembatasan ini.

Tetapi pemadaman yang sedang berlangsung hampir sepenuhnya memutus hubungan warga Iran dengan dunia luar. Sambungan telepon pun tidak lagi berfungsi dengan baik.

Hingga pemadaman diberlakukan pada Kamis malam, ratusan video dari protes diposting di media sosial.

Warga Iran secara teratur berbicara dengan jurnalis yang berbasis di luar negeri untuk memberikan laporan saksi mata tentang protes tersebut.

Sejak saat itu, aliran video telah berkurang secara signifikan, dan menjadi sangat sulit untuk berbicara dengan orang-orang di dalam negeri.

Sebagian kecil warga Iran memiliki akses ke Starlink milik SpaceX, dan telah mengunggah beberapa video tentang perkembangan terbaru.

Beberapa di antaranya juga berhasil terhubung ke internet untuk sementara waktu dan berbagi pengamatan mereka dengan jurnalis, teman, dan anggota keluarga yang tinggal di luar negeri.

  • Wasit dan mahasiswa termasuk di antara ratusan korban tewas dalam demonstrasi di Iran
  • Siapa Reza Pahlavi, putra mahkota Shah Iran yang diasingkan?
  • Iran peringatkan akan membalas jika AS menyerang, ratusan demonstran dilaporkan tewas – Apa yang sejauh ini diketahui tentang unjuk rasa di Iran?
  • Siapa Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan seberapa berpengaruh keluarganya?
  • Republik Islam Iran, negara yang ‘didirikan’ dari sebuah desa di luar kota Paris
  • Beda Iran sebelum dan sesudah revolusi tahun 1979

Leave a Comment