Dunia hiburan Tanah Air kembali digemparkan oleh pengakuan mengejutkan dari aktris Aurelie Moeremans. Melalui memoar digitalnya yang berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth, yang dirilis pada Oktober 2025, Aurelie Moeremans secara blak-blakan mengupas tuntas trauma mendalam di masa lalunya sebagai korban child grooming.
Keputusan Aurelie Moeremans untuk membagikan kisah pahit ini bukan demi mencari sensasi, melainkan dengan tujuan mulia untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai betapa berbahayanya manipulasi yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak di bawah umur. Kasus ini menjadi pengingat berharga, menunjukkan bagaimana tanda-tanda child grooming seringkali luput dari perhatian, baik oleh korban itu sendiri maupun oleh lingkungan terdekatnya.
Untuk memahami lebih dalam, berikut Kita Tekno telah merangkum kronologi lengkap kasus child grooming yang dialami Aurelie Moeremans.
1. Awal Perjumpaan dan Jebakan Manipulasi Usia

Kisah kelam ini bermula pada tahun 2009. Saat itu, Aurelie Moeremans masih sangat muda, baru menginjak usia 15 tahun. Di lokasi syuting sebuah iklan, ia pertama kali bersua dengan seorang laki-laki yang dalam bukunya hanya disebut sebagai “Bobby” – nama yang kuat diduga merujuk pada Roby Tremonti. Pria tersebut sudah berusia matang, sekitar 29 tahun, menciptakan jurang perbedaan usia yang signifikan.
Perbedaan usia yang mencolok inilah yang menjadi pintu masuk bagi pelaku untuk melancarkan aksinya. Dalam memoarnya, Aurelie merinci bagaimana “Bobby” secara perlahan namun intens mulai memanipulasi psikologisnya. Ia dibuat merasa sangat bergantung secara emosional pada sosok pria dewasa tersebut, menjebaknya dalam ikatan yang merusak.
Manipulasi tak berhenti di situ. Pelaku secara sistematis menerapkan kontrol ketat terhadap setiap aspek kehidupan pribadi Aurelie. Mulai dari mengatur gaya berpakaian sesuai kehendaknya, hingga secara drastis membatasi komunikasinya dengan dunia luar, bahkan hingga menjauhkannya dari lingkaran keluarga inti yang seharusnya menjadi pelindungnya.
2. Terjebak Pernikahan Paksa dan Lingkaran Kekerasan

Puncak dari serangkaian manipulasi tersebut terjadi pada tahun 2011, saat Aurelie Moeremans genap berusia 18 tahun. Ia mengungkapkan bahwa dirinya dipaksa untuk menikah dengan pelaku tanpa restu sedikit pun dari kedua orang tuanya. Akibat manipulasi yang begitu kuat dan mengikat, Aurelie bahkan rela “kabur” dari rumah demi mempertahankan hubungan yang sebenarnya sangat toksik dan merusak.
Pernikahan tersebut, meski dilakukan secara agama, tidak pernah tercatat secara resmi oleh negara. Sayangnya, ikatan yang seharusnya membawa kebahagiaan itu justru berubah menjadi mimpi buruk yang tak berkesudahan. Selama menjalin hubungan tersebut, Aurelie mengaku terus-menerus mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), baik secara fisik maupun verbal.
Selain kekerasan fisik, ia juga hidup dalam bayang-bayang ancaman dan manipulasi mental yang tiada henti. Trauma mendalam ini ia pendam rapat-rapat selama bertahun-tahun, hingga akhirnya ia memberanikan diri untuk bersuara. Tujuannya adalah memperingatkan gadis-gadis muda lainnya agar tidak terperangkap dalam siklus yang sama.
3. Perjuangan Pemulihan dan Kontroversi yang Mencuat

Pasca berhasil melepaskan diri dari jeratan kelam tersebut, Aurelie Moeremans memulai perjuangan panjang untuk memulihkan status dirinya dan kesehatan mentalnya. Pada tahun 2020, ia mengambil langkah penting dengan menunjukkan bukti surat pembatalan nikah (annulment) dari gereja. Surat ini secara kanonik menyatakan bahwa pernikahan paksa yang ia jalani dianggap tidak sah di mata hukum gereja.
Namun, ketenangan itu kembali terusik pada Januari 2026. Buku memoarnya menjadi viral dan memicu perbincangan nasional, menghidupkan kembali kasus ini. Publik, yang bersimpati besar terhadap Aurelie, mulai menyoroti kembali sosok Roby Tremonti, yang kuat diduga sebagai “Bobby” dalam kisah Broken Strings tersebut.
Menanggapi kehebohan yang timbul, Roby Tremonti akhirnya muncul ke hadapan publik untuk memberikan klarifikasi. Ia membantah keras semua tuduhan pemaksaan maupun child grooming yang dialamatkan padanya. Sebagai upaya memulihkan nama baiknya di mata netizen, ia bahkan menunjukkan bukti berupa foto-foto pernikahan di masa lalu.
Demikianlah rangkuman kronologi kasus child grooming yang dialami oleh Aurelie Moeremans. Semoga kisah ini menjadi pengingat serius bagi kita semua untuk senantiasa waspada dan melindungi buah hati dari bahaya grooming yang mengintai.
FAQ Aurelie Moeremans
Siapa Aurelie Moeremans?
Aurelie Moeremans adalah seorang aktris, penyanyi, dan model berkebangsaan Indonesia kelahiran Belgia. Ia memulai kariernya di dunia hiburan sejak tahun 2007 dan dikenal sebagai sosok multitalenta yang telah membintangi beragam judul film.
Aurelie Moeremans terkenal karena apa?
Popularitas Aurelie Moeremans meroket melalui perannya dalam film-film populer seperti Story of Kale: When Someone’s in Love. Selain itu, ia juga dikenal luas atas kesuksesannya sebagai kreator konten video parodi yang menghibur di media sosial.
Apakah Aurelie Moeremans punya anak?
Hingga Januari 2026, Aurelie Moeremans diketahui sedang mengandung anak pertamanya dari pernikahannya dengan Tyler Bigenho. Pasangan bahagia ini telah mengumumkan bahwa calon buah hati mereka berjenis kelamin laki-laki.
Broken Strings Karya Aurelie Moeremans Diincar Banyak Rumah Produksi
Lagi Viral, Ini Alasan Aurelie Moeremans Tulis Buku Broken Strings
Jadi Korban Gooming, Ini 5 Alasan Kasus Aurelie Moeremans Viral