Ringkasan Berita:
- Syafiq Ridhan Ali Razan baru ditemukan meninggal pada hari ke-17 pencarian, meski area tempat jasad ditemukan disebut sudah berulang kali disisir
- Karena upaya konvensional tak membuahkan hasil, tim pencari melibatkan Rival anak indigo dari Cilacap
- Syafiq berpisah dengan rekannya, Himawan, untuk mencari bantuan setelah Himawan mengalami kram
Kita Tekno – Upaya pencarian pendaki muda Syafiq Ridhan Ali Razan (18) di Gunung Slamet menyisakan cerita panjang yang tak hanya melelahkan, tetapi juga dipenuhi tanda tanya.
Di tengah pencarian yang berlangsung berhari-hari tanpa hasil, tim SAR dan relawan akhirnya menempuh langkah tak biasa: melibatkan anak indigo untuk membantu menelusuri titik terakhir keberadaan Syafiq.
Langkah tersebut diambil karena Syafiq tak kunjung ditemukan, meskipun berbagai jalur dan titik pencarian telah berulang kali disisir secara menyeluruh oleh tim gabungan.
Area Sudah Disisir, Hasil Tetap Nihil
Salah satu pendaki yang turut membantu proses pencarian, Amrul (20), mengungkapkan bahwa sejak awal pencarian sudah terasa ada kejanggalan.
Menurutnya, logika pencarian seolah tak berjalan sebagaimana mestinya, mengingat luas area yang telah dilalui berkali-kali.
“Dari hari ke-2 pencarian sampai hari ke-17 ditemukan tidak ditemukan pendaki Syafiq meskipun seluruh area sudah pernah dilalui tim pencarian,” kata Amrul, Rabu (14/1/2026).
Pernyataan tersebut menggambarkan betapa sulitnya menemukan jejak Syafiq, meski upaya pencarian dilakukan secara intensif.
Anak Indigo Didatangkan dari Cilacap
Menurut Amrul, karena pencarian tak kunjung membuahkan hasil, tim pencari akhirnya dibantu oleh anak indigo bernama Rival yang didatangkan dari Cilacap, Jawa Tengah.
Anak dengan kemampuan khusus itu dipercaya mampu membantu menelusuri keberadaan Syafiq melalui pendekatan yang berbeda dari metode pencarian konvensional.
“Saya bersama tim relawan independen juga anak indigo ditugaskan di pos 9, tidak sampai pada lokasi ditemukan jasad Syafiq,” ujarnya.
Ia menuturkan, keterlibatan anak indigo menjadi salah satu bagian dari rangkaian pencarian yang penuh dengan cerita tak biasa.
Penelusuran Jalur Ekstrem dan Dugaan Alam Gaib
Anak indigo pada umumnya diyakini memiliki kemampuan unik yang, menurut sejumlah ahli, berkaitan dengan gelombang otak lambda dengan frekuensi lebih dari 200 Hz.
Kondisi ini disebut memungkinkan mereka bersinggungan dengan dunia supranatural dan metafisika.
Secara bergantian, tim relawan independen bersama anak indigo menyusuri jalur pendakian yang dikenal ekstrem.
Namun, upaya tersebut belum juga membuahkan hasil hingga hari-hari pencarian terus berlalu.
“Kata anak indigonya sih almarhum tertutup alam gaib yang tidak terlihat dan hanya menjelaskan orangnya dibalik bebatuan,” kata Amrul.
Baru pada hari ke-17, Rabu (14/1/2025), jasad Syafiq akhirnya berhasil ditemukan.
Kondisi Jasad di Lereng Berbatu
Lokasi hilangnya Syafiq berada di kawasan lereng bebatuan dan tanah tandus, dengan banyak aliran sungai kecil yang membelah medan.
Dari foto yang diterima Kompas.com, jasad Syafiq ditemukan dalam kondisi tertelungkup di antara bebatuan.
Jaket dan celana pendek yang dikenakan korban masih melekat di tubuhnya, sementara celana panjang terlepas separuh dari badan.
Selain jasad, relawan juga menemukan sejumlah barang milik Syafiq, seperti sepatu, dompet, dan handphone.
Kronologi Perpisahan di Pos 5
Sebelum dinyatakan hilang, Syafiq dan rekannya Himawan diketahui masih bersama saat mendaki Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kabupaten Pemalang, pada 28 Desember 2025.
Keduanya sempat beristirahat di Pos 5.
Di lokasi tersebut, kaki Himawan mengalami kram sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan dengan lancar.
Melihat kondisi rekannya, Syafiq memutuskan turun lebih dulu untuk mencari bantuan, sementara Himawan diminta menunggu di Pos 5.
Namun setelah berpisah, Syafiq tak kunjung kembali. Hingga malam hari, Himawan masih menunggu, tetapi kontak dengan Syafiq terputus.
Bertahan di Pos 9, Berakhir Selamat
Karena Syafiq tidak kembali, Himawan akhirnya memutuskan bergerak naik menuju Pos 9 Gunung Slamet yang berada di ketinggian sekitar 3.183 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Dari titik tersebut, jarak menuju puncak Gunung Slamet diperkirakan sekitar 300 hingga 600 meter.
Himawan bertahan di Pos 9 hingga Selasa (30/12/2025) pagi, sebelum akhirnya ditemukan oleh tim relawan dan dievakuasi melalui Basecamp Dipajaya dalam kondisi selamat.
Sementara itu, pencarian terhadap Syafiq terus dilanjutkan hingga akhirnya berakhir dengan kabar duka: Syafiq ditemukan meninggal dunia di kawasan yang tidak jauh dari lokasi Himawan bertahan, meninggalkan kisah pencarian panjang yang hingga kini masih menyisakan banyak pertanyaan.
***
(TribunTrends/Sebagian artikel diolah dari Kompas)
Jangan lewatkan berita-berita TribunTrends.com tak kalah menarik lainnya di Google News, Threads, dan Facebook