
Tim SAR diterjunkan ke kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, menyusul penemuan puing-puing yang diduga merupakan serpihan pesawat ATR-400 milik Indonesia Air Transport. Penemuan tersebut dilaporkan terjadi di puncak Bulusaraung.
Pesawat ATR-400 rute Yogyakarta-Makassar ini hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1).
Tim SAR dari BPBD Kabupaten Pangkep langsung bergerak menuju lokasi penemuan. Tim dikerahkan untuk memastikan temuan serpihan yang dilaporkan warga dan pendaki di kawasan tersebut.
Berikut beberapa temuan tersebut:



Laporan dari Pendaki
BPBD Pangkep menerima laporan bahwa sejumlah pendaki di Gunung Bulusaraung merekam potongan serpihan pesawat yang terlihat terbakar. Mereka pun langsung menerjunkan enam personel ke lokasi untuk melakukan pengecekan awal.
“Tim sudah berangkat sejak satu jam yang lalu ke lokasi penemuan serpihan puing-puing pesawat di Bulusaraung,” kata Personel Tim SAR BPBD Pangkep, Herianti Tualle, saat dikonfirmasi.
Selain BPBD, tim SAR gabungan dari berbagai unsur juga mulai bergerak menuju kawasan Bulusaraung. Unsur tersebut terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta potensi SAR lainnya. Pencarian dilakukan dari dua jalur, yakni dari Leang-Leang, Kabupaten Maros, dan dari wilayah Kabupaten Pangkep.
Sejumlah foto dan video yang beredar di media sosial memperlihatkan puing-puing pesawat yang disebut ditemukan di kawasan Gunung Bulusaraung.
Salah seorang warga di sekitar Tompobulu, Kecamatan Balocci, mengaku sempat mendengar suara ledakan sebelum muncul kepulan asap di kawasan tersebut.
“Kami memang sempat mendengar ledakan dan kepulan asap, namun keberadaannya tidak bisa kami pastikan apakah itu dekat dari kami atau jauh. Mungkin di sekitar kawasan Bulusaraung,” kata Andy, salah satu warga di sekitar Tompobulu, Kecamatan Balocci.
Hingga kini, tim SAR masih melakukan upaya menuju titik penemuan untuk memastikan kebenaran temuan puing-puing tersebut serta mengamankan area.
