
Berita mengenai ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap negara-negara yang tidak menyetujui AS untuk mengakuisisi Greenland jadi informasi yang banyak dibaca di kumparanBisnis sepanjang Sabtu (17/1).
Selain itu ada juga informasi mengenai profil maskapai pesawat Pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak saat terbang dari Yogyakarta menuju Makassar, Sabtu (17/1). Berikut rangkumannya.
Trump Ancam Tarif bagi Negara yang Tolak Rencana AS Ambil Alih Greenland
Presiden AS Donald Trump mengancam akan menerapkan tarif impor terhadap negara-negara yang menolak rencana AS untuk mengambil alih Greenland.
Mengutip AFP, pernyataan tersebut muncul di tengah kunjungan sejumlah anggota Kongres AS ke Kopenhagen pada Jumat (16/1), yang bertujuan menyatakan dukungan kepada Denmark dan wilayah otonomnya di kawasan Arktik.
Trump berambisi menguasai Greenland yang kaya akan bahan tambang, sementara AS kekurangan sumber daya mineral strategis. Dia menegaskan langkah tersebut dilakukan demi kepentingan keamanan nasional AS.
“Kami membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional. Jadi saya mungkin akan mengenakan tarif (bagi negara yang menolak),” kata Trump dikutip dari AFP, Sabtu (17/1).
Delegasi bipartisan Kongres AS yang berkunjung selama dua hari ke Kopenhagen menegaskan ambisi teritorial Trump yang selama ini ditolak Denmark tersebut tidak mencerminkan pandangan mayoritas warga AS.
Dukungan terhadap Greenland juga datang dari negara-negara Eropa, termasuk melalui misi pengintaian militer yang disebut seorang jenderal Denmark melibatkan AS dan berkaitan dengan potensi pergerakan Rusia pascaperang Ukraina.
Sebanyak 11 anggota Kongres AS bertemu dengan Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen, Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen, serta pejabat tinggi Denmark lainnya. Senator Republik Lisa Murkowski menilai dialog berjalan baik dan menekankan pentingnya menjaga hubungan AS, Denmark, dan Greenland. Dia menegaskan penolakan publik AS terhadap gagasan pengambilalihan Greenland.
Profil Maskapai Indonesia Air Transport yang Pesawatnya Hilang Kontak di Maros
Pesawat ATR 42-500 milik PT Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak saat terbang dari Yogyakarta menuju Makassar, Sabtu (17/1). Pesawat terakhir terdeteksi di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada koordinat 0457’08” S 11942’54” E.
Dikutip dari situs resmi perusahaan, Indonesia Air Transport merupakan perusahaan penerbangan charter yang beroperasi sejak 1968 dan melayani penerbangan pesawat sayap tetap serta helikopter, terutama untuk sektor migas, pertambangan, korporasi, dan VIP.
Perusahaan kemudian bergabung dalam grup MNC melalui PT MNC Energy Investment (IATA), dengan fokus bisnis meluas ke investasi energi. IATA tercatat melantai di Bursa Efek Indonesia sejak 2006 dan mengantongi Air Operator Certificate (AOC) 121.

ATR 42-500 dikenal sebagai pesawat turboprop regional yang efisien dan mampu beroperasi di bandara dengan landasan terbatas, sehingga kerap digunakan untuk penerbangan charter dan rute perintis. Selain pesawat tersebut, IAT juga mengoperasikan Embraer Legacy 600 dan Airbus Helicopter EC 155 B1.
Pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak membawa 8 kru dan 3 penumpang, termasuk pilot Capt Andy Dahananto, Direktur Operasi PT IAT sejak 19 Juni 2019. Andy lahir pada 1967, lulusan Juanda Flying School 1987, dan memulai karier sebagai pilot pada 1988.
Tiga penumpang diketahui merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sebagaimana dikonfirmasi Staf Khusus Menteri KP Bidang Humas dan Komunikasi Media, Doni Ismanto.
“Pax-nya orang KKP,” katanya kepada kumparan.
Basarnas mengerahkan 60 personel gabungan untuk pencarian pesawat. KKP bersama IAT juga dijadwalkan menggelar konferensi pers pada malam ini pukul 19.30 WIB di Gedung KKP.