
Banjir di Pekalongan membuat 82 perjalanan kereta api dibatalkan. Senin (19/1) pagi hingga siang ini, banjir perlahan surut.
Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan menurunkan sarana KA penolong berupa lokomotif CC300 untuk menangani banjir di beberapa ruas jalur KA di Pekalongan.
“Kami akan terus memastikan penanganan serius terhadap gangguan operasional perjalanan kereta api akibat banjir di sejumlah titik di Jawa Tengah yang berdampak pada jalur kereta api khususnya pada petak Stasiun Pekalongan – Stasiun Sragi ini,” kata Direktur Jenderal Perkeretaapian, Allan Tandiono, dalam keterangannya di Jakarta pada Senin (19/01).
Berdasarkan pantauan tim di lapangan per Senin (19/01), terpantau genangan air di beberapa titik khususnya KM 88 sampai dengan KM 89 petak Stasiun Pekalongan – Stasiun Sragi terpantau mulai surut.
Namun demikian, sebagai langkah pengamanan tetap diberlakukan pembatasan kecepatan khusus kereta api maksimal 30 km/jam di sisi hulu maupun hilir untuk menjamin keselamatan perjalanan.

Allan menyebut bahwa selain KA Penolong, DJKA juga telah mengerahkan personel ke lokasi terdampak untuk memitigasi dampak dari genangan, melakukan pemantauan intensif serta evaluasi keselamatan pada lintasan serta turut berkoordinasi dengan pihak PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) dan pemerintah daerah.
Seluruh upaya ini dilakukan agar layanan kereta api dapat kembali beroperasi secara normal dan aman secepat mungkin.
Dalam hal ini Allan menegaskan langkah tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam memastikan keselamatan transportasi perkeretaapian.
“Sembari menunggu banjir surut, kami terus berkomunikasi dengan teman-teman di lapangan agar menjaga kehati-hatian pada seluruh langkah operasional dan mengutamakan keselamatan personel,” ujar Allan.
Adapun KA Penolong berupa lokomotif CC300 milik DJKA didatangkan dari Balai Perawatan Perkeretaapian dan merupakan sarana buatan PT INKA. Sarana ini acap kali diterjunkan untuk menembus banjir mengingat keandalannya untuk mengatasi genangan air.
Lebih lanjut Allan mengimbau kepada seluruh pihak untuk berhati-hati dalam melakukan perjalanan di tengah tantangan cuaca ekstrem.
“Kami akan terus memastikan layanan kereta api dapat kembali beroperasi secara normal dan aman secepat mungkin, sementara itu masyarakat kami harap dapat terus memantau informasi perjalanan kereta api kepada operator terkait,” tutup Allan.