
Presiden Prabowo Subianto tengah melakukan kunjungan kerja ke Inggris. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi menyebut Prabowo akan bertemu Raja Charles III.
Pertemuan antara keduanya akan membahas soal kerja sama konservasi gajah di Aceh.
“Jadi kemarin Bapak Presiden bertolak ke UK, ke Inggris untuk memenuhi beberapa agenda yang sebenarnya ini sudah dijadwalkan tahun yang lalu. Tapi oleh karena beberapa hal jadwal itu kemudian mundur di bulan Januari,” ucap Pras di DPR, Senin (19/1).
“Yang pertama ada rencana Bapak Presiden akan melakukan pertemuan dengan Raja Charles untuk menindaklanjuti kembali komitmen dari kita berkenaan dengan konservasi gajah di daerah Provinsi Aceh,” tambahnya.
Pras menjelaskan, Prabowo dan Raja Charles sudah pernah membuat komitmen untuk melakukan konservasi gajah di Aceh. Lahan yang akan digunakan adalah lahan konsesi milik perusahaan Prabowo yang sudah tak digunakan dan dikembalikan kepada negara.
“Kami sampaikan kurang lebih hampir mungkin 8 bulan yang lalu kalau saya tidak salah adalah Pak Prabowo selaku pribadi ya, bukan selaku presiden, perusahaan beliau yang mendapatkan konsesi di Aceh itu telah menyerahkan atau mengembalikan konsesi tersebut kepada negara untuk statusnya dialihfungsikan bagi perlindungan atau konservasi gajah yang akan bekerja sama dengan pemerintah Inggris,” ucap Pras.

Selain itu, menurut Pras, Prabowo akan menandatangani MoU kerja sama pengadaan kapal nelayan.
“Agenda yang kedua memang direncanakan akan ada beberapa penandatanganan MOU kerja sama yaitu di antaranya adalah kerja sama untuk pembuatan kapal tangkap ikan bagi nelayan-nelayan kita,” ucap Pras.
“Karena sebagaimana yang kita ketahui dengan luas laut kita yang sedemikian besar, hampir 2 per 3 luas negara kita adalah laut, kita masih membutuhkan puluhan ribu kekurangan kapal tangkap ikan,” tambahnya.
Pras menyebut kerja sama itu bertujuan untuk kesejahteraan nelayan di dalam negeri.
“Jadi, kita membuka kerja sama dengan siapa pun baik dari dalam negeri maupun luar negeri untuk memperbanyak kita memiliki kapal-kapal tangkap ikan,” ucap Pras.
“Sekali lagi ini untuk menggerakkan ekonomi, untuk membantu saudara-saudara kita yang berprofesi seperti nelayan sekaligus melindungi potensi kekayaan ikan kita supaya dinikmati oleh bangsa kita sendiri,” tandasnya.