
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil membongkar dugaan modus operandi suap yang melibatkan Wali Kota Madiun, Maidi. Dalam praktiknya, Maidi disinyalir menyamarkan penerimaan uang haram tersebut melalui skema dana Corporate Social Responsibility (CSR), sebuah pola yang menarik perhatian publik.
Menurut Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Wali Kota Maidi diduga menerima suap ini berkaitan erat dengan proses pemberian sejumlah izin proyek di wilayah Kota Madiun. “Terkait dengan perkaranya, ini berkaitan dengan penerimaan-penerimaan oleh kepala daerah atau Wali Kota Madiun berkenaan dengan beberapa proyek ataupun izin di lingkungan Kota Madiun,” jelas Budi kepada awak media, Selasa (20/1). Ia menambahkan, “Ada yang juga kemudian di-kamuflase menggunakan modus-modus CSR,” menegaskan kembali cara licik penyaluran dana tersebut.
Hingga kini, KPK belum merinci secara detail besaran nilai suap yang diduga diterima Maidi, termasuk asal-usul aliran dana tersebut. Namun, Budi memastikan bahwa Maidi bersama delapan orang lainnya telah terjaring dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT). Dari sembilan orang yang diamankan, delapan di antaranya terdiri dari dua Aparatur Sipil Negara (ASN) dan enam individu dari sektor swasta.
Meski demikian, KPK telah mengonfirmasi penetapan tersangka dalam perkara ini. Identitas para pihak yang terlibat sepenuhnya baru akan diungkap dalam konferensi pers yang dijadwalkan sore hari. “Nanti konstruksi lengkapnya seperti apa, kami akan sampaikan dalam konferensi pers sore ini, termasuk juga pihak-pihak yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka,” tegas Budi, menjanjikan transparansi lebih lanjut.
Total lima belas orang sempat diamankan dalam operasi senyap ini, dengan sembilan di antaranya, termasuk Wali Kota Maidi, dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dalam kesempatan tersebut, tim KPK juga berhasil menyita barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah, yang semakin memperkuat dugaan adanya praktik korupsi.
Pasca-OTT, Wali Kota Maidi tiba di Gedung Merah Putih KPK pada Senin (19/1) sekitar pukul 22.34 WIB, didampingi delapan individu lainnya. Mengenakan jaket biru, Maidi sempat memberikan pernyataan kepada wartawan. Dengan nada santai, ia mengaku dalam kondisi baik dan menegaskan komitmennya untuk tidak pernah lelah dalam membangun Kota Madiun. “Baik,” ujarnya singkat ketika ditanya kabarnya. “Saya tidak pernah lelah untuk membangun Kota Madiun. Kalau ada kekurangan, doakan saya sehat,” tambahnya, meninggalkan kesan penuh misteri di tengah pusaran kasus dugaan korupsi.