
Pada perdagangan Rabu (21/1), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pelemahan paling signifikan di antara bursa saham utama Asia, anjlok hingga 113,21 poin atau 1,24 persen, dan menutup sesi di level 9.021,48. Kondisi ini mencerminkan sentimen pasar yang bergejolak di seluruh kawasan, di mana mayoritas indeks mengalami koreksi tajam.
Pelemahan ini juga merembet ke Indeks LQ45, yang ikut terkoreksi 10,38 poin atau 1,17 persen, berakhir pada posisi 873,91. Gambaran keseluruhan pasar sangat didominasi oleh tekanan jual, dengan jumlah saham yang melemah mencapai 575 emiten, jauh melampaui 143 saham yang berhasil menguat, sementara 83 saham lainnya tidak bergerak.
Meski pasar menunjukkan tren negatif, aktivitas perdagangan tetap ramai. Total frekuensi transaksi saham mencapai 2,56 juta kali, melibatkan volume perdagangan sebesar 38,72 miliar saham, dengan nilai transaksi agregat mencapai Rp 20,90 triliun.
Di tengah tekanan pasar yang meluas, beberapa saham mengalami penurunan harga paling signifikan, menjadi top losers pada sesi perdagangan siang ini. Saham-saham tersebut meliputi:
- United Tractors (UNTR) yang anjlok 4.775 poin atau 14,93 persen, ditutup pada Rp 27.200
- Yelooo Integra Datanet (YELO) terkoreksi 16 poin atau 13,45 persen, menjadi Rp 103
- Astra International (ASII) yang kehilangan 825 poin atau 11,34 persen, berakhir di Rp 6.450
- Futura Energi Global (FUTR) merosot 70 poin atau 10,42 persen, ditutup pada Rp 550
- Cilacap Samudera Fishing Industry (ASHA) juga turun 10 poin atau 10,42 persen, ke level Rp 86
Sejalan dengan gejolak di pasar saham, nilai tukar rupiah juga menunjukkan pelemahan. Berdasarkan data Bloomberg yang terpantau pada pukul 11:52 WIB, rupiah melemah 10 poin atau 0,06 persen, diperdagangkan pada level Rp 16.966 terhadap dolar Amerika Serikat.
Berikut adalah kondisi bursa saham utama Asia pada sesi perdagangan siang ini:
- Indeks Nikkei 225 di Jepang mengalami koreksi 251,40 poin atau 0,47 persen, ditutup pada level 52.736
- Indeks Hang Seng di Hong Kong juga melemah tipis 10,03 poin atau 0,04 persen, berada di posisi 26.476
- Satu-satunya yang berhasil menguat adalah Indeks SSE Composite di China, naik 12,30 poin atau 0,29 persen, ke level 4.125
- Sementara itu, Indeks Straits Times di Singapura turun 19,970 poin atau 0,41 persen, menutup sesi di 4.809