
Pencarian korban pesawat ATR 42-500 PK-THT yang hilang dan jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, kembali membuahkan hasil. Tim SAR gabungan menemukan satu korban tambahan pada Rabu (21/1).
Dengan temuan tersebut, total korban yang telah ditemukan menjadi tiga orang.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI (Purn) Mohammad Syafii, mengatakan korban ketiga ditemukan sekitar pukul 12.30 WITA.
“Iya, sudah tiga korban yang ditemukan,” kata Syafii kepada wartawan di Makassar, Rabu (21/1).
“Lokasinya tidak jauh dari sektor 1 dan sektor 4. Kami juga melakukan penyisiran di sektor 2 dan sektor 3,” ungkapnya.
Syafii mengaku belum mengetahui secara pasti jenis kelamin dan kondisi korban. Berdasarkan informasi sementara, korban ketiga ditemukan dalam kondisi tidak utuh.
“Berdasarkan informasi yang saya terima, lebih condong bahwa temuan tersebut berupa body part,” sambungnya.
Maksimalkan Evakuasi via Udara
Ia menambahkan, saat ini korban ketiga masih dalam proses evakuasi oleh tim SAR gabungan. Pihaknya berharap evakuasi dapat dilakukan melalui jalur udara, sebagaimana evakuasi korban pertama.
“Saat ini sedang dalam proses evakuasi dan kami mengharapkan bisa menggeser temuan tersebut ke titik evakuasi yang sama seperti yang dilakukan tadi pagi, karena itu merupakan jalur tercepat,” ucapnya.
Hingga pencarian hari kelima ini, dua korban sebelumnya telah berhasil dievakuasi. Korban pertama berjenis kelamin laki-laki dan masih dalam proses identifikasi.
Sementara itu, korban kedua berjenis kelamin perempuan telah teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono (33), pramugari pesawat, dan jenazahnya telah diserahkan kepada pihak keluarga.
Jenazah korban kedua rencananya akan diterbangkan ke Jakarta pada malam hari untuk dimakamkan.