
Kita Tekno Gabriel Jesus akhirnya kembali. Mungkin belum sepenuhnya ke level terbaiknya, tetapi performa di Stadion San Siro ini cukup untuk mengingatkan semua orang termasuk Mikel Arteta siapa dirinya sebenarnya.
Setelah absen selama 11 bulan akibat cedera panjang, penyerang asal Brasil itu menampilkan laga terbaiknya sejak comeback, sekaligus mengajukan lamaran resmi untuk kembali menjadi pilihan utama di lini depan Arsenal.
Bukan sekadar tampil apik, Jesus melakukannya di panggung besar dan melawan lawan elite. Inter Milan adalah finalis Liga Champions musim lalu dan saat ini berstatus sebagai tim terbaik Italia.
Persib Bandung Matangkan Taktik Jelang Bentrok PSBS Biak, Bojan Hodak Tegaskan Siap Lanjutkan Tren Positif!
Jika Jesus bisa bersinar di kandang Inter, ia punya alasan kuat untuk merasa layak menjadi starter saat Arsenal menghadapi Manchester United akhir pekan ini.
Persaingan memperebutkan posisi nomor 9 Arsenal kini semakin panas. Namun alih-alih menjadi masalah, kompetisi ini justru menjadi bahan bakar tambahan bagi kekuatan tim. Hal itu terlihat jelas di babak kedua, ketika Viktor Gyokeres masuk dari bangku cadangan dan merespons dua gol Jesus dengan sebuah penyelesaian brilian.
Kehadiran Jesus yang kembali tajam, ditambah Kai Havertz yang sudah fit dan menunggu giliran, tampaknya membangkitkan api kompetisi di dalam skuad.
Dalam 74 menit penampilannya di San Siro, Jesus menunjukkan paket lengkap yang membuatnya begitu istimewa di mata Arteta. Dua gol hanyalah sebagian kecil dari ceritanya. Ia bergerak tanpa lelah, membantu sayap, menekan lawan, dan bahkan melakukan tekel-tekel krusial.
Pada satu momen di babak pertama, Jesus melakukan sliding tackle bersih di dekat bendera sudut pertahanan Arsenal, sebuah gambaran sempurna dari determinasi dan energi yang ia bawa.
“Itu malam impian,” ujar Jesus seusai laga.
“Saat kecil, saya banyak menonton Serie A. Bisa mencetak gol di stadion ini membuat mata saya berkaca-kaca. Semua pemain ingin menjadi starter. Saya orang yang sangat menghargai tim. Saya bukan anak-anak lagi, saya 28 tahun dan paham sepak bola. Saya senang Vik masuk dan mencetak gol, dan saya yakin Kai juga akan mencetak gol saat mendapat kesempatan,” lanjutnya.
Arteta pun tak bisa menyembunyikan kepuasannya. Sepanjang paruh awal musim, ia hanya memiliki satu penyerang murni. Kini, ia punya tiga.
“Kalau saya menulis skenario pertandingan, mungkin hasilnya akan seperti ini,” kata Arteta.
Cristiano Ronaldo Cetak Golnya ke-960 Bantu Al Nassr Menang Tipis 2-1 Atas Damac FC
“Kami sangat merindukan Gabi. Kami punya profil berbeda di posisi itu, dan itu hanya akan membuat kami lebih kuat,” ungkapnya.
Dua gol Jesus yang disusul gol penutup Gyokeres memastikan kemenangan Liga Champions ketujuh beruntun bagi Arsenal rekor baru klub. Lebih dari itu, hasil ini memastikan Arsenal finis di dua besar fase liga, yang berarti mereka akan selalu memainkan leg kedua babak gugur di kandang. Sebuah keuntungan besar dalam perburuan trofi Eropa.
Malam itu memang tidak mudah. Inter memberi perlawanan sengit di hadapan publik sendiri. Namun Arteta melihatnya sebagai bukti lain dari kedalaman skuad Arsenal. Dengan beberapa pemain kunci diistirahatkan, The Gunners tetap tampil solid, disiplin, dan berbahaya baik dengan maupun tanpa bola.
Di Liga Champions musim ini, Arsenal telah menghancurkan Atletico Madrid, mengalahkan Bayern Munich, dan kini menaklukkan Inter di San Siro. Arsenal benar-benar menjelma menjadi tim yang paling ditakuti, tak hanya di Eropa tetapi juga di Premier League.
“Kami tahu Arsenal adalah salah satu tim terbaik di Eropa,” kata pelatih Inter, Cristian Chivu.
“Menurut saya, Arsenal bersama Bayern Munich adalah dua tim terbaik saat ini,” lanjutnya.
Arsenal langsung menggebrak sejak awal laga, mencatatkan tiga tembakan dalam dua menit pertama dan membuka skor di menit ke-10. Sepakan Jurrien Timber yang kurang sempurna justru mengarah ke Jesus, yang dengan insting tajam menuntaskannya ke sudut gawang Yann Sommer. Momen-momen spontan seperti inilah yang sering menampilkan versi terbaik Jesus.
Inter sempat menyamakan kedudukan lewat gol spektakuler Petar Sucic dari luar kotak penalti, membuat laga berubah menjadi duel terbuka yang intens. Namun Arsenal tetap tenang. Gol kedua Jesus lahir dari situasi bola mati sundulan jarak dekat setelah Leandro Trossard menyambut sepak pojok Bukayo Saka. Lagi-lagi, set-piece menjadi senjata mematikan Arsenal.
Babak kedua sepenuhnya menjadi milik tim tamu. Masuknya Gabriel Magalhaes dan Declan Rice membuat lini belakang semakin kokoh, sebelum Gyokeres mengunci kemenangan lewat gol terbaiknya sejauh ini bersama Arsenal. Sebuah tembakan melengkung indah di skema serangan balik. Jawaban sempurna dalam duel internal para striker!