Terima undangan Trump, Netanyahu sepakat akan gabung Dewan Perdamaian Gaza

Photo of author

By AdminTekno

Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu menerima tawaran dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk bergabung ke Dewan Perdamaian Gaza. Hal itu disampaikan oleh akun X resmi PM Israel, @IsraeliPM, Rabu (22/1).

“Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan telah menerima undangan Presiden Donald Trump, dan akan bergabung jadi anggota Dewan Perdamaian yang terdiri dari para pemimpin dunia,” kata mereka.

Namun, Netanyahu dikabarkan tidak akan menghadiri peresmian Dewan Perdamaian di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1). Sebab, ia menghindari penangkapan usai pemerintah Swiss mengkonfirmasi dan akan menghormati surat perintah penangkapan Netanyahu dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas tuduhan kejahatan perang.

“Sebagai pihak dalam Statuta Roma, Swiss wajib bekerja sama dengan ICC,” kata Kantor Keadilan Federal Swiss kepada media Israel, Haaretz, sebagaimana dikutip dari Royanews.

Sekilas Dewan Perdamaian

Dewan Perdamaian, yang diprakarsai oleh Trump sebagai bagian dari fase kedua perjanjian gencatan senjata di Gaza, antara lain dirancang untuk mengawasi rekonstruksi, penarikan investasi, dan pendanaan skala besar di Gaza.

Negara yang ingin jadi anggota permanen Dewan Perdamaian wajib setor 1 miliar dolar AS (nyaris Rp 17 triliun). Trump akan memegang kepemimpinan dan kendali atas komposisi dewan tersebut.

Trump mengundang 60-an negara untuk berpartisipasi dalam Dewan Perdamaian. Indonesia bersama 7 negara Islam/mayoritas muslim (UEA, Arab Saudi, Qatar, Turki,Yordania, Pakistan, Mesir) menyatakan bergabung.

Negara lainnya yang bergabung dengan organisasi bentukan Trump itu adalah Israel, Vietnam, Belarusia, Hungaria, Kazakhstan, dan Argentina.

Sedangkan tokoh kunci di Dewan Perdamaian adalah Menlu AS Marco Rubio hingga mantan PM Inggris Tony Blair.

Sejumlah analis menilai Dewan Perdamaian besutan Trump akan menyaingi DK PBB.

Leave a Comment