
Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara, di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). Forum ini menjadi panggung internasional pertama bagi Prabowo untuk memaparkan arah kebijakan ekonomi Indonesia di tingkat global.
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan Danantara dibentuk pada Februari 2025 untuk memenuhi kebutuhan energi serta membiayai kekuatan masa depan Indonesia. Dana kelolaan (asset under management/AUM) Danantara disebut telah mencapai USD 1 triliun yang membuatnya percaya diri Indonesia setara sebagai mitra investasi global.
“Dengan Danantara, saya dapat berdiri di hadapan Anda semua sebagai mitra yang setara. Indonesia kini bukan hanya negeri yang damai dan stabil, tapi membuka banyak peluang. Sekali lagi saya tegaskan, saya yakin pertumbuhan, pertumbuhan ekonomi kami, akan mengejutkan banyak pihak di dunia,” katanya.
Prabowo menegaskan Danantara akan berfokus pada pembiayaan dan pembiayaan bersama industri-industri masa depan, sejalan dengan agenda industrialisasi nasional. Pemerintah, kata dia, membangun Danantara dengan pengawasan yang kuat dan tanggung jawab kelembagaan yang jelas, serta menunjuk eksekutif terbaik untuk memimpin pengelolaannya.

Saat ini Danantara mengelola 1.044 badan usaha milik negara (BUMN). Jumlah tersebut akan dirasionalisasi menjadi sekitar 300 perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas tata kelola. Presiden juga membuka peluang bagi ekspatriat untuk memimpin perusahaan-perusahaan tersebut demi memastikan standar manajemen internasional.
Prabowo mengungkapkan dalam dua bulan pertama masa pemerintahannya, Indonesia telah menjalankan program efisiensi anggaran secara agresif. Pemerintah menghemat sekitar USD 18 miliar dengan menghentikan program-program yang dinilai tidak efisien dan meragukan, lalu mengalihkan anggaran tersebut ke proyek-proyek yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami memangkas ketidakefisienan agar tata kelola dan manajemen terbaik sesuai standar internasional. Saya telah mengizinkan Danantara merekrut ekspatriat, warga negara asing, untuk memimpin perusahaan-perusahaan tersebut,” jelasnya.