
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta baru-baru ini merombak susunan Dewan Komisaris PT Transportasi Jakarta (Transjakarta). Perubahan signifikan ini diresmikan pada Jumat, 23 Januari 2026, melalui Keputusan Para Pemegang Saham (KPPS) di Luar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Sebagai bagian dari perombakan tersebut, Zudan Arif Fakrulloh, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), secara resmi ditetapkan sebagai Komisaris Utama (Komut) Transjakarta. Ia menggantikan posisi Letjen (Purn) Untung Budiharto yang telah mengundurkan diri untuk mengemban tugas baru sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Antam sejak pertengahan Desember 2025. Selain pergantian di pucuk pimpinan komisaris, Luky Arliansyah juga mengakhiri masa jabatannya yang telah diemban sejak Januari 2023. Untuk mengisi kekosongan tersebut, Pemprov DKI Jakarta menunjuk dua nama baru, yakni Agustin Peranginangin dan Yusriah Dzinnun, sebagai anggota Dewan Komisaris PT Transjakarta.
Menanggapi perubahan ini, Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza, dalam siaran persnya di Jakarta pada Jumat, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan manifestasi komitmen para pemegang saham untuk memperkuat fungsi pengawasan dalam organisasi. “Kami percaya kehadiran jajaran komisaris yang baru akan memberikan perspektif segar serta dorongan besar bagi keberlanjutan transformasi layanan yang sedang kami akselerasi saat ini,” ujar Welfizon. Ia juga tak lupa menyampaikan apresiasi mendalam dan rasa terima kasih kepada jajaran Dewan Komisaris yang telah menyelesaikan masa tugasnya. “Kami menghaturkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Untung Budiharto dan Bapak Luky Arliansyah atas dedikasi, bimbingan, serta kontribusi luar biasa yang telah diberikan selama menjalankan tugas di Transjakarta,” tambahnya.
Namun, di tengah gelombang perubahan dan harapan baru, satu nama dalam jajaran Dewan Komisaris PT Transjakarta tetap dipertahankan, meski sempat menjadi sorotan publik. Ia adalah Muhammad Ainul Yakin, Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor DKI Jakarta. Dalam catatan Republika, nama Ainul Yakin mencuat ke permukaan dan menuai kritik tajam setelah terlibat dalam aksi demonstrasi di depan kantor Trans7, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, beberapa waktu silam. Sebuah video yang menampilkan Ainul Yakin dengan ancaman verbal untuk “menggorok leher” para pekerja Trans7 bahkan sempat viral di berbagai platform media sosial, memicu kemarahan publik.
Insiden tersebut sontak memicu reaksi keras dari warganet, dengan banyaknya aduan yang dilayangkan kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo, akun resmi Pemprov DKI, hingga akun PT Transjakarta. Meskipun demikian, gelombang protes dan sorotan publik terhadap kasus ini kini tampaknya telah berlalu, tanpa adanya perubahan posisi bagi Muhammad Ainul Yakin.
Berikut adalah daftar lengkap Dewan Komisaris PT Transjakarta setelah perombakan terbaru:
Komut: Zudan Arif Fakrulloh
Komisaris: Johan Budi Sapto Pribowo
Komisaris: Muhammad Ainul Yakin
Komisaris: Agustin Peranginangin
Komisaris: Yusriah Dzinnun