Isak tangis ibu di pemakaman pegawai KKP korban pesawat ATR: Selamat jalan nak

Photo of author

By AdminTekno

Isak tangis pecah di pemakaman Ferry Irawan. Almarhum merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjadi salah satu korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Jenazah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Minggu (25/1) pukul 10.26 WIB. Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman.

Sang ibunda, Laila Tabri, tampak menahan air mata saat berdiri di depan pusara anaknya. Ia memberikan pesan terakhir untuk sang anak tercinta.

“Bangga mama sama kamu, nak. Apa kata mama kamu nggak pernah melawan. Apa kata mama kamu nggak pernah ngejawab,” kata Laila.

“Bangga mama sama kamu nak. Selamat jalan ya nak. Ketemu nanti kita di surganya,” lanjutnya.

Selain sang ibunda, anak Ferry menangis di depan makam ayahnya sambil memeluk foto sang ayah. Isak tangis anak tersebut membuat suasana pemakaman semakin pilu.

Salah satu keponakan Ferry turut membacakan QS Al-Baqarah ayat 156 di depan makam. Ayat suci tersebut dibacakan dengan suara bergetar, diselingi tangis, sebagai doa perpisahan terakhir bagi almarhum.

Ferry Irawan merupakan pegawai KKP berpangkat Penata Muda Tingkat I dengan jabatan Analis Kapal Pengawas.

Ia tergabung dalam tim air surveillance Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) yang tengah menjalankan tugas pengawasan saat insiden terjadi.

Ferry menjadi salah satu korban dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung.

Pesawat tersebut membawa 10 orang, terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga pegawai KKP sebagai penumpang, yang seluruhnya meninggal dunia.

Leave a Comment