
Tas tangan Chanel dan kalung berlian rupanya menjadi petaka bagi mantan Ibu Negara Korea Selatan, Kim Keon Hee. Ia dijatuhi hukuman 20 bulan penjara atas kasus korupsi, Rabu (28/01).
Pengadilan memutuskan hanya satu dakwaan jaksa yang terbukti, yakni penerimaan gratifikasi. Tuduhan keterlibatan Kim dalam skema manipulasi saham dan pelanggaran Undang-Undang Dana Politik, menurut hakim, tidak terbukti.
Oleh karena itu, vonis hukuman yang dijatuhkan hakim jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa, yang semula meminta Kim dipenjara selama 15 tahun.
Istri mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol ini telah ditahan sejak Agustus 2025 atas sejumlah tuduhan yang menjeratnya. Dia dituding menerima suap, memanipulasi saham, dan ikut campur dalam politik Korsel. Kim membantah semua tuduhan tersebut.
Sebelum Kim dijatuhi vonis penjara, kurang dari dua minggu lalu, suaminya lebih dulu dijatuhi hukuman lima tahun penjara. Yoon dipidana karena memberlakukan hukum darurat militer yang menyebabkan kekacauan di Korsel pada akhir 2024.
Korsel memiliki rekam jejak mendakwa dan memenjarakan mantan presiden. Namun ini adalah pertama kalinya pasangan mantan presiden dan mantan ibu negara dipenjara.
Siapa Kim Keon Hee, dan bagaimana dia terlibat dalam kontroversi ini?
Nilai gratifikasi hingga 80 juta won
Dalam persidangan di Seoul, Kamis (28/01), Kim didakwa menerima tas mewah, kalung berlian, dan hadiah lain yang nilainya mencapai 80 juta won atau setara Rp936 juta. Barang-barang mewah tersebut merupakan gratifikasi dari Gereja Unifikasi yang kontroversial.
Selain itu, Kim juga menerima 58 jajak pendapat gratis senilai 270 juta won Korea atau setara Rp3,1 miliar dari broker politik Myung Tae-kyun sebelum pemilu presiden 2022.

Jaksa mendakwa Kim juga memperoleh lebih dari 800 juta won atau Rp9,3 miliar. Uang itu dituding diterima oleh Kim karena ikut serta dalam skema manipulasi harga saham Deutsch Motors yang menjadi dealer BMW di Korsel, antara Oktober 2010 dan Desember 2012.
Namun, hakim tidak ditemukan keterlibatan Kim dalam skema tersebut, meski mantan ibu negara ini mungkin mengetahui skema itu.
Tuduhan lain terhadap Kim adalah menerima suap melalui sponsor perusahaan Covana Contents dan terlibat dalam perubahan rute Jalan Tol Seoul-Yangpyeong.
Dia juga dituding ikut serta dalam proses persetujuan Distrik Yangpyeong Gongheung. Total, ada 16 tuduhan terpisah yang diajukan jaksa.
“Saya dengan tulus meminta maaf atas keributan yang saya sebabkan meskipun saya bukanlah orang penting,” kata Kim kepada wartawan saat menghadiri sidang pada Agustus lalu.
Dalam sidang vonis, hakim menyatakan hanya sebagian tuduhan jaksa yang terbukti.
Namun dalam vonisnya, hakim memerintahkan jaksa menyita kalung dan mengambil uang sekitar 13 juta won (Rp152 juta) dari Kim sebagai pengganti suap yang diterimanya.
Siapa sebenarnya Kim Keon Hee?
Kim telah menarik perhatian media massa dan publik bahkan sebelum suaminya, Yoon, memasuki dunia politik.
Minatnya pada seni, filsafat, dan spiritualitas ditonjolkan dalam wawancara media dan acara publik.
Kim berprofesi sebagai pengusaha. Hal ini membedakannya dengan para ibu negara sebelumnya yang seringkali berprofesi sebagai profesor, guru, atau aktivis masyarakat.
Sebelum menjabat sebagai ibu negara, ia aktif dalam industri seni dan kerap tampil di media. Gaya busana dan penampilannya pun unik sehingga dengan mudah menyedot perhatian publik. Ini jauh dari citra tradisional para ibu negara sebelumnya yang digambarkan menajdi “pendukung yang tenang”.

Kim lulus dengan gelar pendidikan seni dari Universitas Wanita Sookmyung pada 1999. Namun, ia kemudian menghadapi tuduhan plagiarisme berulang kali selama masa studinya. Akibatnya, universitas mencabut gelarnya pada 2025 setelah panel etika penelitiannya menemukan tesisnya bermasalah.
Sejauh ini, ia tidak pernah memberikan bantahan terbuka terhadap persoalan tersebut.
Pada 2009, ia mendirikan perusahaan perencanaan pameran seni bernama Covana Contents yang mengkurasi berbagai pameran. Namun pada 2019, media massa di Korsel melaporkan bahwa Kim diduga menghindari pembayaran pajak dan menerima suap untuk penyelenggaraan pameran seni.
Kim, yang telah mundur dari jabatannya sebagai CEO, dibebaskan dari tuduhan tersebut pada 2023, tapi saat ini, jaksa khusus sedang meninjau ulang kasus ini.
Menjelang pemilihan presiden 2021, muncul tuduhan Kim telah mengajukan permohonan ke universitas dan perusahaan dengan kualifikasi dan penghargaan palsu. Hal ini memicu skandal terkait kredensial yang diduga dipalsukan.
Pada tahun yang sama, dia mengeluarkan permintaan maaf publik atas apa yang dia gambarkan sebagai “upaya membesar-besarkan” dalam berkas riwayat hidupnya.
Kim juga berjanji jika suaminya terpilih sebagai presiden, dia akan “fokus sepenuhnya pada perannya sebagai istri dari presiden”.

Usai suaminya terpilih, kegiatan resmi Kim sebagai ibu negara terus menuai kritik. Dari tuduhan terkait protokol luar negeri, personel tidak resmi, dan penerimaan barang mewah selalu mengikutinya.
Contoh yang menonjol adalah debutnya di panggung diplomatik selama KTT NATO di Madrid pada Juni 2022.
Selama mendampingi Presiden Yoon ke Spanyol, Kim melakukan kegiatan pribadi, seperti mengunjungi museum seni lokal dan menghadiri pertunjukan flamenco. Beberapa kegiatan itu dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya atau tidak ada penjadwalan resmi.
Hal ini memicu perdebatan mengenai transparansi dan kesesuaian peran seorang ibu negara di panggung internasional.
Kemudian, sebuah video muncul menunjukkan Kim menerima tas mewah dari seorang individu di kantor di Seoul pada September 2022. Rekaman tersebut diserahkan kepada media pada akhir 2023 sebagai bentuk pengawasan publik.
Kantor Kepresidenan Korsel saat itu tidak langsung menanggapi liputan tersebut, sehingga makin memperkeruh kontroversi.
Kelompok masyarakat sipil mengajukan pengaduan ke kejaksaan dan mengutip potensi pelanggaran Undang-Undang Anti-Korupsi yang juga dikenal sebagai Undang-Undang Kim Young-ran. Sementara itu, lingkaran politik terbagi antara tuduhan konflik kepentingan dan klaim fitnah yang didorong secara politik.
Insiden ini merupakan salah satu dari 16 tuduhan yang diselidiki oleh tim penasihat khusus. Adapun 12 tuduhan diserahkan ke polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.
Apakah Kim adalah Ibu Negara yang pertama tersangkut dugaan korupsi?
Kim bukanlah mantan ibu negara pertama yang diinterogasi oleh jaksa penuntut.
Pada tahun 2004, Lee Soon-ja, istri mendiang mantan Presiden Chun Doo-hwan, diinterogasi oleh Departemen Investigasi Pusat Kantor Jaksa Agung sebagai saksi terkait dana politik ilegal suaminya.
Namun, penyelidikan tersebut baru terungkap setelah ia kembali ke rumah pada malam itu dan tidak ada dakwaan resmi yang diajukan.

Pada tahun 2009, Kwon Yang-sook, istri mendiang mantan Presiden Roh Moo-hyun, diinterogasi secara pribadi oleh jaksa penuntut terkait skandal “Park Yeon-cha Gate”. Skandal tersebut merupakan kasus suap besar-besaran yang melibatkan mantan ketua Taekwang Industrial dan sejumlah politisi.
Usai kematian Presiden Roh Moo-hyun, proses hukum terhadapnya dihentikan.
Kim Yoon-ok, istri mantan Presiden Lee Myung-bak, hanya menjalani pemeriksaan tertulis pada 2012 terkait dugaan pembelian tanah untuk kediaman pribadi di Naegok-dong.
Pada 2018, jaksa mempertimbangkan untuk memanggilnya untuk diperiksa terkait tuduhan suap dan penggelapan yang terkait dengan suaminya, tapi pada akhirnya diputuskan untuk tidak dilanjutkan.
- Kim Keon Hee: Dari ibu negara hingga sel penjara – Bagaimana rekam jejaknya?
- Deretan skandal presiden Korsel – Dipenjara, diasingkan, hingga dimakzulkan
- Mahkamah Konstitusi putuskan pemakzulan Presiden Yoon terkait dekrit militer, apa artinya bagi Korsel?