Purbaya apresiasi pengunduran dirut BEI: Ini positif, saatnya serok

Photo of author

By AdminTekno

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai mundurnya Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menjadi sentimen positif bagi pasar. Momen ini, menjadi kesempatan bagi investor untuk belanja saham alias serok.

Iman mengundurkan diri usai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) babak belur selama dua hari karena naik di atas 8 persen. Perdagangan sempat dihentikan sementara (trading halt) dua hari.

Ini positif kalau orang yang ngerti. Kalau nggak ngerti, bye. (Saatnya)Serok-serok,” kata Purbaya di Wisma Danantara Indonesia, Jumat (30/1).

Menurut Purbaya, pengunduran diri Imam merupakan bentuk tanggung jawab atas masalah tata kelola di BEI, terutama terkait kegagalan menindaklanjuti masukan dari lembaga indeks global MSCI.

Dia menegaskan, langkah tersebut menunjukkan pemerintah dan otoritas pasar bergerak cepat dalam menangani persoalan, sehingga tidak berdampak ke sektor lain maupun fiskal negara.

“Karena dia kan tidak nge-follow-up masukan atau pertanyaan dari MSCI. Itu kesalahan dia yang fatal di situ, sehingga kita mengalami koreksi yang dalam kemarin. Yang kalau nggak cepat dibetulin kan bisa mengganggu yang lain-lain, dia anggapnya ekonominya nggak stabil,” jelasnya.

Purbaya menilai kesalahan yang terjadi di BEI bersifat fatal dan harus segera diperbaiki. Padahal, kata dia, pemerintah sedang melakukan perbaikan ekonomi secara menyeluruh, mulai dari reformasi di Bea Cukai, Direktorat Jenderal Pajak, hingga penguatan sistem perizinan OSS.

Dia juga memastikan, mundurnya Dirut BEI tidak berdampak terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Nggak ada ke fiskal, saya untung kalau dia mundur, dia bayar pajak, bukan saya yang bayar juga gajinya,” tuturnya.

Purbaya justru melihat langkah Iman sebagai sinyal positif yang membuat investor baik di pasar modal maupun di sektor riil melihat pemerintah bisa mengatasi permasalahan pasar dengan cepat dan sungguh-sungguh.

“Jadi yang tadinya ragu-ragu mestinya akan lebih yakin bahwa arah ke depan adalah lebih baik. Jadi mereka akan investasi di pasar modal maupun di riil sector, di FDI,” jelasnya.

Leave a Comment