Ringkasan Berita:
- Ressa Rizky Rossano pernah dipekerjakan sebagai sopir oleh Emilia Contessa.
- Pihak Denada membenarkan kabar Ressa Rizky Rossano menjadi sopir Emilia Contessa.
- Pihak Denada menjelaskan bahwa peran sopir bagi Ressa Rizky Rossano adalah bentuk pendidikan agar tidak manja.
Kasus dugaan penelantaran anak yang menyeret nama penyanyi Denada terus bergulir dan kini memasuki babak krusial di Pengadilan Negeri Banyuwangi. Mediasi terakhir yang diadakan pada Kamis, 29 Januari 2026, telah berakhir tanpa kesepakatan, menandakan bahwa kasus ini akan segera berlanjut ke persidangan. Perkembangan ini semakin memperpanas polemik seputar hubungan Denada dengan pemuda bernama Ressa Rizky Rossano, yang mengaku sebagai putranya.
Ressa Rizky Rossano pertama kali mengungkapkan asal-usulnya sebagai anak Denada setelah kematian Emilia Contessa, ibunda Denada, pada Januari 2025. Selama 24 tahun hidupnya, Ressa tumbuh di bawah asuhan adik kandung Emilia, Dino Rossano Hansa, sehingga ia menganggap Emilia sebagai budenya. Namun, kini terungkap fakta mengejutkan mengenai masa lalu Ressa yang menambah kompleksitas kasus ini.
Fakta menarik lain yang mencuat adalah Ressa pernah bekerja sebagai sopir untuk Emilia Contessa dengan gaji Rp2 juta per bulan. Informasi ini diungkapkan oleh Ronald Armada Wiyono, kuasa hukum Ressa, dalam sebuah podcast di kanal YouTube Denny Sumargo, yang kemudian menjadi sorotan publik.
Reaksi Pengacara Denada Terkait Peran Sopir Ressa
Menanggapi kabar tersebut, Iqbal, pengacara Denada, akhirnya buka suara. Secara terang-terangan, ia tidak menampik kebenaran bahwa Ressa pernah menjadi sopir Emilia Contessa. Namun, Iqbal memberikan perspektif berbeda, menyatakan bahwa pengalaman tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter agar Ressa tidak tumbuh menjadi pribadi yang manja.
“Saya luruskan ya, almarhum Emilia Contessa katanya menjadikan Ressa ini sopir, kita ambil segi positifnya, itu pendidikan untuk anak, supaya anak ini tidak manja,” ujar Iqbal, seperti dikutip dari YouTube Reyben Entertainment pada Jumat, 30 Januari 2026. Lebih lanjut, Iqbal juga menilai bahwa gaji Rp2,5 juta yang diberikan Emilia kepada Ressa tergolong besar untuk standar hidup di Banyuwangi. “Gaji Rp2,5 juta itu besar di Banyuwangi, sehingga ketika orangtua ngasih pendidikan kayak gitu ke anak, ya apa salahnya? Supaya dia tidak manja,” tambahnya, menegaskan maksud di balik tindakan Emilia Contessa tersebut.
Pihak Denada Bantah Tudingan Penelantaran dan Pengingkaran Anak
Dalam kesempatan yang sama, Iqbal juga membantah keras tudingan bahwa Denada tidak mengakui Ressa sebagai anaknya. Ia menekankan bahwa selama ini, Denada tidak hanya mengakui Ressa, tetapi juga memberikan dukungan finansial yang signifikan untuk kehidupannya.
“Masalah mengakui atau tidak itu saya garis bawahi ya, Ressa ini bukan sekadar diakui atau gimana sebagai anak ya, bahkan dibiayai, difasilitasi, disekolahkan. Namun kok tiba-tiba ada gugatan ini kan aneh,” jelas Iqbal, mengungkapkan kejanggalan yang dirasakan pihak Denada terkait gugatan dugaan penelantaran anak tersebut. Menurut Iqbal, dukungan finansial untuk Ressa telah diberikan sejak kecil, baik oleh Denada maupun oleh almarhumah Emilia Contessa. “Mulai (Ressa) kecil, baik Mbak Denada, baik ibunya Emilia Contessa (membiayai Ressa),” pungkasnya, memberikan gambaran lengkap tentang dukungan yang telah diberikan kepada Ressa selama ini.

(TribunTrends.com/Febriana)