Kronologi penemuan jenazah Lula Lahfah: H-1 sampai datangnya Reza Arap

Photo of author

By AdminTekno

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Mukhamad Iskandarsyah membeberkan kronologi penemuan jenazah influencer Lula Lahfah dalam sebuah konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan pada Jumat (30/1).

Ia menjelaskan posisi Lula sejak H-1 atau Kamis (22/1) malam hingga ditemukannya Lula di apartemennya yang berada di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat (23/1) malam.

Berikut adalah lengkapnya:Kamis (22/1) 15.19 WIB

Lula bersama temannya VA pergi dari apartemen Lula. Mereka pergi ke sebuah kafe yang masih berada di Jakarta Selatan.

“Aktivitas itu dimulai pada awalnya di mana saudari LL bersama rekannya di sini, saudari VA. Kita melihatnya dari CCTV dari lift, di dalam lift yang dalam lingkaran adalah saudari LL bersama rekannya saudari VA. Aktivitas keluar dari apartemen,” ucap Iskandar.

“Selain dari CCTV apartemen, kami mencoba untuk menelusuri ke mana dari saudari LL berpergian pada saat itu beraktivitas. Akhirnya kita menemukan di suatu kafe di wilayah Jakarta Selatan juga di Jalan Gunawarman,” tambahnya.

17.41 WIB

Mereka kemudian keluar dari kafe tersebut lalu menaiki sebuah mobil untuk kembali ke apartemen.

“Sampai dengan akhirnya saudari LL dengan saudari VA ini selesai, lalu keluar menuju ke kendaraan pribadi saudari LL. Kita lihat di kendaraannya menggunakan kendaraan hitam, masih sama dengan dua orang,” ucap Iskandar.

“Hingga saudari LL tiba kembali di unit apartemen miliknya dan masih bersama orang yang sama, saudari VA di sini menuju ke lantai tempat saudari LL tinggal,” tambahnya.

19.37 WIB

Lula meninggalkan apartemennya lagi. Mereka menuju ke basement. Kali ini Lula bersama temannya yakni C.

“Aktivitas berikutnya dari lantai tempat saudari LL tinggal, terlihat orang yang berbeda yaitu saudari C. Di sini sebagai saksi sudah kita ambil keterangannya juga, turun dari lantai tempat saudari LL tinggal menuju ke basement,” ucap Iskandar.

Diketahui mereka pergi ke rumah sakit.

“Berdasarkan bukti-bukti yang ada, kita sudah melihat rekam medis dan bukti pembayaran rumah sakit, saudari LL melaksanakan atau melakukan pengobatan di sebuah rumah sakit di wilayah Jakarta Selatan juga. Dengan keterangan dari saudari C diperkuat,” jelas Iskandar.

Sementara Lula dan C pergi, asisten rumah tangga Lula meninggalkan unit apartemen Lula untuk pergi ke lobi. Ia mengambil suatu titipan.

“Dari CCTV di lobi ini kita lihat ke atas saudari A ini, asisten rumah tangga, membawa satu bungkusan yang sudah bisa kita identifikasi pada nantinya,” ucap Iskandar.

23.51 WIB

ART Lula kembali ke unit apartemen Lula. Lula dan C kemudian kembali ke apartemen.

“Sesampainya di atas, saudari A sudah menempatkan di satu posisi untuk barang tersebut dan terlihat di sini saudari LL dan saudari C di sini kembali ke unit apartemen milik saudari LL,” ucap Iskandar.

“Untuk aktivitas pada hari itu selesai karena kami sudah mengecek beberapa CCTV juga tidak ada aktivitas yang terkait dengan saudari LL. Lanjut,” tambahnya.

Jumat (23/1)

Sejak pagi, tidak ada aktivitas dari Lula yang terlihat di CCTV apartemen.

“Di hari berikutnya tidak terlihat aktivitas saudari LL seperti biasanya yang di mana saudari LL berolahraga pagi, tetapi pada saat itu tidak ada. Hingga menimbulkan kecurigaan dari saudari A selaku asisten rumah tangga,” ucap Iskandar.

17.37 WIB

ART dari Lula pun turun ke lobi untuk meminta pertolongan karena Lula tak merespons panggilannya dan kamarnya terkunci dari dalam.

“Hingga asisten rumah tangga turun ke bawah, terlihat dari CCTV lobi, di sini terlihat saudari A di sini mencoba untuk mencari pertolongan karena tidak bisa membuka pintu unit kamar dari saudari LL dan tidak direspons juga,” ucap Iskandar.

“Saudari A di sini dapat berkomunikasi dengan saksi saudara Y. Saudara Y di sini adalah security dari apartemen tempat saudari LL tinggal,” tambahnya.

17.43 WIB

ART Lula bersama sekuriti apartemen ke unit apartemen Lula. Kamar Lula masih tak bisa dibuka, sekuriti pun meminta bantuan lagi ke engineer apartemen.

17.47 WIB

Mereka mendobrak kamar. Lula ditemukan sudah terbujur kaku.

“Nah, di sini titik krusialnya. Pada pukul 17.47 berdasarkan keterangan dari saksi bahwa kunci kamar dari unit yang ditempati oleh saudari LL ini terkunci dari dalam. Oleh karena itu, engineering membuka kunci secara paksa sehingga ditemukan saudari LL tergeletak membujur kaku,” jelas Iskandar.

“Di situ yang mengakibatkan saudari A dan di situ juga ada saudara R di situ yang merupakan sopir pribadi panik, sehingga menyebabkan para saksi-saksi tersebut menghubungi beberapa teman terdekat dari saudari LL,” tambahnya.

18.14 WIB

Teman-teman Lula, VA dan C kembali ke apartemen Lula untuk mengecek keadaannya.

“Dan mendapati kondisi saudari LL di situ dalam posisi sudah di atas tempat tidur,” ucap Iskandar.

Kekasih Lula yang juga seorang member dari grup musik Weird Genius, Reza Arap dihubungi untuk datang.

“Oleh karena itu, salah satu saksi mencoba untuk menghubungi pacar dari saudari LL dan menginfokan bahwa kondisi terakhir apa yang terjadi di unit kamar apartemen tempat saudari LL tinggal,” ucap Iskandar.

“Dari sini nanti saudari C, salah satu saksi yang merupakan asisten dari pacar saudari LL yaitu saudara RA. Saudara RA itu meminta untuk saudari C mencarikan dokter untuk memastikan kondisi dari saudari LL,” tambahnya.

19.13 WIB

Reza Arap datang bersama dengan dokter yang merupakan kenalan dari C.

“Oleh karena itu, di CCTV yang sama di CCTV lift terlihat saudara RA pacar dari saudari LL di sini sudah hadir bersama dengan tim dokter dari saudari C yang mencoba untuk menghubungi dokter kenalan dari saudari C,” ucap Iskandar.

“(dokter) Menuju ke unit apartemen tempat saudari LL tinggal,” tambahnya.

Dokter pun menyatakan Lula sudah meninggal dunia.

21.20 WIB

Para saksi menghubungi ambulans. Jenazah Lula pun dibawa ke rumah sakit Fatmawati.

“Ambulans itu datang dan terlihat di sini melalui lift barang terlihat saudara RA yaitu pacar dari saudari LL mendampingi di mana jenazah saudari LL di sini sudah masuk ke dalam kantong jenazah,” ucap Iskandar.

“Setelah ini untuk rumah sakit kita menuju ke Rumah Sakit Fatmawati yang di mana sudah kita mintakan keterangan juga klarifikasinya. Keterangan dari Rumah Sakit Fatmawati bahwa kondisi saudari LL ini meninggal dunia dengan kehabisan napas dan tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan,” tambahnya.

Polisi tak menemukan unsur pidana dalam kejadian ini. Jenazah Lula tidak diautopsi atas permintaan keluarga. Penyelidikan pun ditutup.

Dalam penyelidikan, polisi menemukan sekaleng Whip Pink yang sudah kosong. Setelah dicek dengan produk yang sama Whip Pink mengandung zat N2O.

Leave a Comment