Ada kabar anggota Banser dianiaya Bahar bin Smith, legislator PKB bersuara keras

Photo of author

By AdminTekno

jpnn.com, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI Abdullah menyebutkan tidak boleh ada pihak mana pun yang bisa main hakim sendiri dengan melakukan kekerasan atau penganiayaan.

Hal demikian dikatakan Abdullah menyikapi kasus kasus anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang diduga dianiaya Bahar bin Smith. 

“Tidak boleh ada pihak yang main hakim sendiri, apalagi sampai menganiaya seseorang,” kata legislator fraksi PKB itu kepada awak media, Senin (2/2).

Diketahui, Polres Metro Tangerang Kota menetapkan Bahar bin Smith sebagai tersangka kasus penganiayaan. 

Habib Bahar Tersangka Penganiayaan Anggota Banser, Begini Kasusnya

Proses hukum itu menindaklanjuti laporan polisi bernomor LP/B/1395/IX/2025/SPKT/Polres Metro Tangerang Kota/Polda Metro Jaya pada 22 September 2025.

Dugaan tindak pidana yang dilakukan Bahar Bin Smith terjadi pada 21 September 2025 dalam acara di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang. Seorang anggota Banser saat itu mendatangi lokasi tersebut untuk mendengarkan ceramah.

Namun, saat anggota tersebut mendekat dan ingin bersalaman dengan Bahar, sekelompok orang yang mengawal kegiatan mengadangnya.

Anggota tersebut kemudian dibawa ke sebuah ruangan, dan terjadi kekerasan fisik hingga babak belur.

Aniaya Anggota Banser, Habib Bahar Jadi Tersangka

Abdullah mengatakan Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi hukum, sehingga tak boleh ada pihak bisa menganiaya orang lain semena-mena.

“Negara kita adalah negara hukum, semua persoalan harus diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku,” ujarnya.

Menurutnya, proses hukum wajib berjalan tanpa pandang bulu, meski terduga pelaku berstatus pendakwah.

Bahar Smith ke Pandji: Jangan Kau Jadikan Salat Bahan Ejekan

“Jika terbukti melakukan penganiayaan, Bahar Smith dan siapa pun yang terlibat harus diseret ke meja hukum dan dijatuhi hukuman yang setimpal sesuai dengan perbuatannya,” ujar dia.

Abdullah mengingatkan bahwa seorang tokoh agama memiliki tanggung jawab moral yang besar di tengah masyarakat. 

Seharusnya, kata dia, tokoh agama menjadi teladan dalam menjaga akhlak, menebarkan kedamaian, dan menghindari tindakan kekerasan.

“Seorang tokoh agama seharusnya menjaga akhlaknya, menjadi contoh yang baik bagi umat, bukan justru melakukan atau membenarkan tindakan penganiayaan,” kata dia. (ast/jpnn)

Leave a Comment