
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespons IHSG yang ditutup melemah pada perdagangan Senin (2/2). Meski turun, perdagangan kembali mencatat aksi beli bersih investor asing atau foreign net buy bahkan mencapai Rp 654,9 miliar.
Pjs Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menuturkan aksi tersebut terjadi setelah sebelumnya perdagangan diisi oleh aksi jual bersih investor asing dalam beberapa hari.
“Ternyata setelah 4 hari asing net sell, pada hari ini asing mencatatkan net buy sebesar Rp 654,9 miliar. Jadi ini berita bagusnya bahwa ternyata foreign buy hari ini setelah 4 hari kemarin net sale dari foreign,” kata sosok yang akrab disapa Kiki itu dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta Pusat pada Senin (2/2).
Adapun IHSG berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan saham sore ini, Senin (2/2) dengan ditutup turun 406,875 poin (4,88 persen) ke posisi 7.922,731. Meski demikian, Kiki melihat pelemahan tak hanya terjadi di perdagangan pasar modal Indonesia hari ini.
“Kalau kita lihat di KOSPI, Korea itu minusnya bahkan jauh lebih dalam 5 persen lebih ya 5,4 persen. Kemudian di Hongkong, kemudian India, Singapura dan Tiongkok juga secara regional melemah,” ujarnya.

Ia juga menilai saham yang hari ini turun merupakan saham-saham yang harganya memang sudah tinggi. Hal ini membuat para investor melakukan rebalancing portfolio.
“Ini satu hal yang positif bahwa investor melihat untuk saham-saham yang fundamentalnya bagus mengalami kenaikan hari ini Tetapi saham-saham yang turun hari ini kebanyakan adalah dari saham-saham memang secara harganya sudah naiknya terlalu tinggi,” kata Kiki.
Ia juga memastikan bahwa di tengah perdagangan pasar modal yang sangat dinamis kali ini, OJK dan SRO memastikan perdagangan tetap dilakukan secara teratur, wajar dan efisien. Ia turut mengimbau agar para investor tak panik.
“Kalau investasi di saham, di pasar modal itu kan melihat jangka panjang ya. Lihat fundamental ekonomi kita sangat baik dan juga kalau kita melihat prospek ke depan juga sangat baik. Jadi tolong jangan panik ya, tetap tenang dan kita semua di sini OJK, SRO we are doing our job,” ujarnya.
CIO Danantara, Pandu Sjahrir yang turut hadir juga menyatakan hal serupa. Menurutnya saat ini investor memang sedang melakukan rebalancing portfolio. Hal ini tercermin dari investor yang sudah mulai masuk ke saham dengan fundamental bagus.
“Sekarang yang kalau dilihat adalah peningkatan investment dari institusi baik dari dalam dan luar negeri untuk saham-saham memiliki ciri-ciri satu, memiliki fundamental yang baik. Kedua, memiliki likuiditas yang baik. Dan ketiga, memiliki juga valuasi yang baik dan juga cashflow yang baik,” kata Pandu.