
Kita Tekno – — Nama Jeffrey Epstein kembali menjadi sorotan global setelah dokumen internalnya yang sebelumnya disegel dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (U.S. Department of Justice/DOJ), memperlihatkan korespondensi lama yang mencatat pertemuan Epstein dengan sejumlah tokoh teknologi dunia.
Dalam salah satu email yang dirilis ke publik, Jeffrey Epstein, pengelola modal terkemuka dengan jaringan koneksi luas sekaligus pelaku kejahatan seksual yang telah meninggal pada 2019, membual tentang sebuah makan malam yang ia sebut “liar” bersama para miliarder teknologi. Pernyataan ini muncul setelah berkas tertanggal 20 Agustus 2015 itu diserahkan ke publik minggu lalu.
Dilansir dari New York Post, Selasa (3/2/2026), dalam email kepada miliarder Tom Pritzker, Epstein menanggapi pertanyaan mengenai rencana perjalanannya ke New York pada akhir Agustus 2015 dengan menulis: ‘not sure yet. i had dinner with zuckerburg, mu=k, thiel hoffman, wild,’ yang merujuk pada pertemuannya dengan Mark Zuckerberg (pendiri Meta), Elon Musk (CEO Tesla dan SpaceX), Peter Thiel (investor dan pendiri Palantir), dan Reid Hoffman (co-founder LinkedIn).
Menurut laporan pertama kali Vanity Fair pada 2019, makan malam itu diselenggarakan oleh co-founder LinkedIn, Reid Hoffman, di Palo Alto, California, untuk menghormati ilmuwan MIT, Ed Boyden. Epstein tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai dinamika atau isi pertemuan tersebut.
Menanggapi sorotan publik yang kembali membahas makan malam ‘liar’ ini, juru bicara Meta menegaskan bahwa Mark Zuckerberg hanya bertemu Epstein sekali secara singkat dalam acara penghormatan ilmuwan, yang tidak diatur oleh Epstein. “Mark tidak berkomunikasi lagi dengan Epstein setelah makan malam tersebut,” kata Ben LaBolt, juru bicara Zuckerberg.
Namun, kontroversi ini semakin mencuat setelah laporan Vanity Fair menyebut bahwa Elon Musk memperkenalkan Mark Zuckerberg kepada Epstein dalam acara tersebut, sebuah klaim yang dibantah oleh Musk. “Saya tidak ingat pernah memperkenalkan Epstein kepada siapa pun, karena saya tidak cukup mengenal orang itu untuk melakukannya. Epstein jelas orang yang menjijikkan dan Zuckerberg bukan teman saya,” ujar Musk.
Selain itu, rilis dokumen DOJ juga memperlihatkan bahwa Reid Hoffman terlibat dalam korespondensi lebih luas dengan Epstein, termasuk rencana kunjungan ke properti Epstein di pulau pribadinya di Karibia, peternakan di New Mexico, dan rumahnya di Upper East Side, New York.
Dalam salah satu email 2014, tim Hoffman mencatat: “Reid akan menginap di 71st,” mengacu pada townhouse Epstein di Manhattan.
Hoffman segera menanggapi dokumen Epstein terbaru tersebut melalui X, menyatakan penyesalannya atas interaksi dengan Epstein pasca-vonis pidana. “Ya, berinteraksi dengan Epstein setelah vonis adalah sesuatu yang sangat saya sesali,” tulis Hoffman. “Para korban berhak mendapatkan keadilan, dan mereka yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban.”
Sementara itu, Elon Musk menegaskan melalui sejumlah unggahan di X bahwa ia tidak pernah menghadiri pesta Epstein maupun terlibat dalam kejahatannya, dan menuntut penegakan hukum terhadap pelaku sebenarnya. “Saya tidak pernah berada di pesta Epstein dan berkali-kali menyerukan penuntutan terhadap mereka yang telah melakukan kejahatan dengan Epstein,” ujar Musk.
Hingga kini, upaya menghubungi perwakilan Tom Pritzker dan Peter Thiel terkait email ini belum membuahkan tanggapan.
Kontroversi ini menegaskan bahwa meski tidak ada bukti langsung keterlibatan para miliarder dalam kejahatan Epstein, jaringan relasi mereka dengan pengelola modal tersebut tetap menjadi sorotan publik dan media internasional.
***