
Dunia berduka atas kepergian Meriyati Roeslani atau yang akrab disapa Meri Hoegeng, istri dari mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso. Beliau mengembuskan napas terakhir di RS Polri Kramatjati pada Selasa, 3 Februari 2026, pukul 13.24 WIB. Kepergian almarhumah menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat yang ditinggalkan.
Melalui pernyataan yang diterima oleh kumparan, pihak keluarga memohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesalahan dan kekhilafan almarhumah selama hidupnya. Mereka juga tak henti memanjatkan doa, “Semoga Allah SWT menerima amal ibadahnya, mengampuni dosanya, dan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya.” Doa tulus ini menjadi penghantar kepergian sosok yang dikenal penuh kesederhanaan tersebut.
Kepala RS Polri Kramatjati, Brigjen Pol Prima Heru Yulihartono, mengonfirmasi kabar duka ini, menjelaskan bahwa Ibu Meriyati Hoegeng, yang berusia 100 tahun, meninggal dunia karena sakit. “Telah meninggal dunia, Ibu Meriyati Hoegeng (100 tahun), pada hari Selasa, 3 Februari 2026, pukul 13.24 WIB dikarenakan sakit,” ungkapnya. Pernyataan ini menegaskan detail waktu dan penyebab wafatnya almarhumah.
Bagi kerabat dan masyarakat yang ingin menyampaikan belasungkawa, alamat duka berlokasi di kediaman almarhumah di Pesona Khayangan Estate DG-DH 1 RT 003/028, Kecamatan Mekarjaya, Kota Depok. Rencananya, prosesi pemakaman akan dilaksanakan keesokan harinya, yakni pada hari Rabu, 4 Februari, setelah salat Dzuhur, di TPU Giri Tama, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Keluarga mengundang pelayat untuk mengiringi almarhumah ke peristirahatan terakhirnya.
Sebelumnya, Meri Hoegeng sempat merayakan momen spesial ulang tahunnya yang ke-100. Acara syukuran yang penuh kehangatan itu berlangsung pada 23 Juni 2026. Momen tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua DPR RI Puan Maharani, yang datang bersama ibunya, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, menunjukkan betapa dihormatinya sosok almarhumah dalam berbagai kalangan.
