
Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Meriyati Roeslani, istri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, yang akrab disapa Eyang Meri.
Eyang Meri meninggal pada usia 100 tahun. Adapun Hoegeng dikenal sebagai polisi berintegritas yang menjabat sebagai Kapolri pada 1968 hingga 1971.
“Saya menyatakan duka cita dan kesedihan yang mendalam karena keluarga Pak Hoegeng sudah seperti keluarga sendiri. Saya sendiri menyapa Bu Hoegeng dengan sapaan Tante Meri,” kata Megawati yang sedang melawat ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Selasa (3/2).

Megawati mengenang kedekatannya dengan keluarga Hoegeng, termasuk dengan putri mereka, Reni, yang bersekolah bersamanya di Perguruan Cikini Jakarta.
“Tante Meri adalah seorang istri dan ibu yang sangat baik. Beliau hangat, memiliki jiwa seni yang tinggi, dan bersama Pak Hoegeng aktif dalam grup band Hawaiian Senior,” ujar Megawati.
Ia bercerita beberapa kali berkunjung ke rumah keluarga Hoegeng saat mereka berlatih musik. Kenangan itu, menurut Megawati, menunjukkan sisi sederhana dan membumi dari keluarga Hoegeng.
Hoegeng Teladan Polri
Sebagai Presiden yang pada masanya memisahkan Polri dari TNI melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri dan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang TNI, Megawati kembali menegaskan pentingnya menjadikan Hoegeng sebagai teladan bagi institusi kepolisian.

Megawati juga mengenang pengalaman pribadinya bertemu Hoegeng di jalan saat masih kuliah.
“Saya pernah beberapa kali bertemu Pak Hoegeng di jalan ketika beliau bersepeda dengan pakaian dinas Kapolri. Saking sederhananya, Pak Hoegeng bahkan belum memiliki rumah sendiri saat itu,” kenangnya.

Menurut Megawati, peran Meriyati Roeslani sangat besar dalam mendampingi Hoegeng menjadi figur Kapolri yang jujur dan dicintai rakyat.
“Saya sebagai warga negara dan pengagum Pak Hoegeng merasa sangat kehilangan. Tante Meri punya peran besar dalam membentuk keteguhan dan kesederhanaan Pak Hoegeng,” ujarnya.
Megawati pun melontarkan refleksi yang menggambarkan kekagumannya pada sosok Hoegeng.
Kapan, ya, Indonesia akan punya Kapolri seperti Pak Hoegeng lagi,” ucapnya.
Megawati menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat melayat secara langsung lantaran sedang melakukan kunjungan kerja di Uni Emirat Arab.
Sejak beberapa hari terakhir, Megawati berada di Abu Dhabi untuk mengikuti rangkaian kegiatan Zayed Award pada 3-6 Februari 2026. Megawati tercatat sebagai anggota Dewan Juri Zayed Award 2024.
“Selamat jalan, Tante Meri,” ucap Megawati meneteskan air mata atas kepergian Eyang Meri.