
Kita Tekno – , JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta berencana membuka rute baru Transjabodetabek pekan depan. Rute Transjabodetabek yang bakal dibuka itu adalah Blok M-Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).
Gubernur Jakarta Pramono Anung menilai, keberadaan Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soekarno Hatta itu akan sangat membantu, khususnya untuk masyarakat yang biasa beraktivitas di bandara. Ia pun meyakini rute baru bakal banyak digunakan masyarakat.
“Minggu depan saya akan membuka rute baru dari Blok M ke Bandara Soekarno-Hatta. Rute ini akan langsung dari Blok M ke Soekarno-Hatta. Saya percaya dan berharap rute ini akan seperti rute Blok M–Bogor,” kata dia di Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).
Pramono menilai, salama ini Transjabodetabek rute Blok M-Bogor hampir selalu penuh setiap harinya. Hal itu menunjukkan layanan Transjabodetabek sudah berhasil mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
Karena itu, menurut dia, Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soekarno Hatta diperlukan. Pasalnya, selama ini masih banyak orang yang beraktivitas atau bekerja ke bandara di kawasan Tangerang itu menggunakan kendaraan pribadi.
“Jadi intinya begini, Transjabodetabek kan kita sudah buka dari Alam Sutera-Blok M, kemudian PIK 2-Blok M, dari Bogor-Blok M, Ancol-Blok M. Kemudian dari Soekarno Hatta ke Blok M sangat diperlukan, dan untuk itu sedang dipersiapkan detailnya,” kata dia.
Ia menambahkan, rute baru itu juga akan menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin pergi ke bandara untuk menggunakan pesawat. Apalagi, tarif Transjabodetabek relatif murah.
“Saya meyakini, ini akan menjadi pilihan bagi masyarakat siapa pun yang selama ini misalnya menggunakan Damri atau taksi. Sekarang ini punya pilihan bisa menggunakan Transjakarta yang biayanya relatif murah, hanya 3.500,” kata dia.
Pramono menjamin, Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soekarno Hatta juga akan lebih cepat sampai. Sebab, terdapat jalur khusus untuk rute tersebut.
“Pasti lebih cepat karena punya jalur khusus, sehingga dengan demikian, ini akan memudahkan siapa pun yang akan berangkat atau kembali, yang menggunakan transportasi pesawat, mau ke Blok M, dari Blok M bisa ke mana saja. Apakah itu MRT, Transjakarta, dan sebagainya. Nah, mengenai detail jalurnya nanti disampaikan oleh Dinas Perhubungan,” kata dia.