Respons Muhammadiyah-NU usai bertemu Prabowo soal Indonesia gabung BOP

Photo of author

By AdminTekno

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti menjelaskan hasil pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Ormas Islam terkait bergabungnya Indonesia ke Board of Peace.

“Setelah Pak Presiden menyampaikan secara utuh mulai dari penjelasan umum, situasi global, kemudian situasi di Palestina dan apa yang telah dilakukan Indonesia dan komitmen Indonesia, termasuk kaitannya dengan BoP itu alhamdulillah semua ormas Islam sangat mendukung langkah politik Pemerintah Indonesia untuk terlibat dalam BoP,” kata Mu’ti di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (3/2).

Mu’ti menjelaskan bahwa pihaknya mendukung langkah Indonesia yang bergabung ke BOP.

“Kami sangat memahami dan mendukung langkah-langkah pemerintah terkait dengan BoP ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengungkap sejumlah hal terkait Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam.

“Tadi kami mendapatkan penjelasan yang ekstensif dari Presiden mengenai pertimbangan-pertimbangan realistis yang harus dibuat terkait dengan keadaan yang sekarang berlangsung dan peluang-peluang yang tersedia untuk agar Indonesia ini bisa secara lebih konkret, lebih progresif, dan mengejar hasil yang lebih nyata berdampak untuk menolong Palestina,” kata Gus Yahya.

Gus Yahya mengungkap penekanan Prabowo bahwa partisipasi dalam Board of Peace akan dibarengi dengan konsolidasi di antara negara-negara Islam dan negara-negara Timur Tengah.

Prabowo memastikan setiap kebijakan dan keputusan yang dihasilkan dewan itu menjadi upaya bersama yang terkoordinasi, dengan tujuan utama membela serta membantu Palestina.

“Termasuk dengan mengikuti atau berpartisipasi di dalam inisiatif yang dibuat oleh Amerika yaitu Board of Peace ini, dengan diiringi konsolidasi di antara negara-negara Islam dan negara-negara Timur Tengah yang juga berpartisipasi di dalam Board of Peace tersebut. Sehingga, hal-hal yang nanti dilakukan di dalam dewan tersebut akan menjadi langkah yang terkonsolidasi di antara negara-negara yang memang pada dasarnya dan menjadi motivasi mereka berpartisipasi di dalam dewan itu untuk membela dan membantu Palestina,” ujarnya.

Gus Yahya lantas memberikan pesan ke Prabowo agar tidak terbawa arus yang justru merugikan Palestina. Menjawab pesan tersebut, Prabowo, katanya, memastikan untuk berhati-hati dan waspada menyikapi setiap inisiatif internasional yang berkaitan dengan konflik tersebut.

“Kami memahami semua yang dijelaskan oleh Pak Presiden dengan menitipkan pesan agar tidak mudah untuk terbawa arus yang mungkin nantinya justru merugikan Palestina, merugikan rakyat Palestina. Dan Presiden mengatakan bahwa semua akan dilakukan dengan kewaspadaan, dengan prinsip yang sama sekali tidak bisa ditawar untuk menjaga, membela, dan membantu rakyat Palestina khususnya di Gaza, tapi juga nanti akan dikembangkan dalam ikhtiar-ikhtiar yang lebih luas sampai kepada rakyat Palestina yang ada di Tepi Barat maksud saya,” pungkasnya.

Leave a Comment