Ekonomi RI diproyeksi tumbuh 5 persen di 2025, konsumsi-investasi jadi penopang

Photo of author

By AdminTekno

Menjelang pengumuman data pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Kamis (5/2), sejumlah ekonom menegaskan bahwa ekspansi ekonomi sepanjang 2025 akan tetap bertumpu pada permintaan domestik, dengan proyeksi pertumbuhan berada di sekitar 5 persen.

Kepala Ekonom Bank BCA David Sumual memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 masih di kisaran moderat. Menurutnya, output domestik bruto pada kuartal IV serta secara tahunan menunjukkan konsistensi meskipun dinamika global masih menahan laju ekspor.

“Pertumbuhan ekonomi kuartal IV diproyeksi 5,26 persen. Secara keseluruhan 2025 diproyeksi tumbuh 5,07 persen,” kata David kepada kumparan, Rabu (4/2).

David menjelaskan, akselerasi pada kuartal IV ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang meningkat, sebagaimana tercermin dari data indeks transaksi belanja berbasis big data BCA, data ritel Bank Indonesia, transaksi elektronik, serta permintaan atas kendaraan bermotor baik mobil maupun sepeda motor. Belanja pemerintah, termasuk belanja pegawai dan bantuan sosial juga meningkat secara signifikan, demikian pula ekspor yang tumbuh kuat karena banyak eksportir melakukan front running terhadap potensi kebijakan tarif Amerika Serikat.

Sementara itu, Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, memperkirakan angka pertumbuhan yang akan diumumkan BPS sedikit berada di atas 5 persen. Meski beberapa indikator domestik menurutnya masih menunjukkan tantangan.

“Perkiraan saya angka BPS akan berada pada level 5,1 persen walaupun realitanya lebih rendah dari itu. Sebagai catatan, angka pertumbuhan kuartal II mencapai 5,12 persen yang sesungguhnya terlalu tinggi,” ungkap Wija.

Dia menyoroti belanja pemerintah masih di bawah target, konsumsi rumah tangga belum pulih sepenuhnya, dan kinerja ekspor belum sesuai harapan.

“Beberapa catatan, belanja pemerintah di bawah target, konsumsi rumah tangga masih belum recover dan kinerja ekspor di bawah harapan,” ungkapnya.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menegaskan proyeksi pertumbuhan kuartal IV dan sepanjang 2025 juga berada sekitar 5 persen, namun sedikit di bawah target resmi pemerintah.

“Proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2025 diperkirakan berada di kisaran 5,25 persen yoy, sehingga pertumbuhan sepanjang 2025 diperkirakan sekitar 5,07 persen,” jelas Josua.

“Dengan angka ini, target pemerintah 5,45 persen pada triwulan IV dan 5,2 persen untuk setahun penuh cenderung sulit tercapai karena kenaikannya masih kurang sekitar 0,2 poin pada triwulan IV dan sekitar 0,1 poin untuk setahun penuh,” tambahnya.

Menurut Josua, keterbatasan tersebut lebih disebabkan oleh faktor eksternal, seperti permintaan global yang cenderung tertahan serta tekanan dari kebijakan dagang seperti tarif balasan Amerika Serikat, dibandingkan oleh permintaan dalam negeri yang justru menunjukkan perbaikan.

Meski kontribusi dari luar negeri diperkirakan lebih kecil, permintaan domestik tetap menjadi motor pertumbuhan. Tingkat keyakinan konsumen yang masih tinggi, penguatan penjualan ritel di akhir tahun, pertumbuhan kredit yang solid, serta realisasi investasi yang melampaui target dipandang sebagai penopang utama ekonomi.

Leave a Comment