
Kita Tekno – –Kegagalan mengeksekusi tendangan penalti di laga final AFC Futsal Cup 2026 antara Timnas Futsal Indonesia melawan Iran sempat menjadi sorotan. Salah satu pemain Indonesia yang gagal menjalankan tugas tersebut menerima hujatan dari sebagian kecil netizen di media sosial.
Namun, jumlah komentar negatif itu jauh lebih sedikit dibandingkan apresiasi yang mengalir atas perjuangan luar biasa skuad Merah Putih yang secara mengejutkan mampu melangkah hingga partai puncak. Publik futsal Tanah Air justru banyak menyoroti mental bertanding para pemain yang tetap tampil berani menghadapi raksasa Futsal Asia seperti Iran.
Perjalanan Timnas Futsal Indonesia menuju final dinilai sebagai pencapaian bersejarah. Sebab, status Indonesia yang tidak diunggulkan sejak awal turnamen.
Empat Pegolf Raih Tiket untuk Tampil di Faldo Junior Tour Asia Grand Final di Vietnam
Kekalahan di final pun tidak menghapus kebanggaan atas kerja keras seluruh tim sepanjang kompetisi. Salah satu pemain yang paling mendapat pujian adalah Israr Megantara. Pivot andalan Indonesia itu tampil impresif di laga final dengan mencetak hattrick, sebuah prestasi langka di pertandingan sebesar final kejuaraan Asia.
Penampilan Israr menjadi simbol perlawanan Indonesia dan bukti bahwa kualitas futsal nasional terus berkembang. Di tengah euforia dan tekanan setelah laga, sebuah momen menarik terungkap ke publik.
Dikutip dari akun X @PauloDibola, Israr menceritakan suasana emosional di pinggir lapangan saat dia gagal mengeksekusi penalti dan merasa sangat bersalah. Dalam sesi wawancara, Israr mengungkapkan kalimat yang disampaikan pelatih Timnas Futsal Indonesia Hector Souto untuk menenangkannya.
Toprak Razgatlioglu Beri Ulasan Suram Usai Jalani Tes MotoGP 2026 di Sepang Malaysia
”You want to forget it or I K**l you,” ujar Souto dengan nada bercanda namun tegas, sebuah cara unik untuk memutus rasa bersalah pemainnya saat itu juga.
Kalimat tersebut bukan ancaman, melainkan pendekatan psikologis agar pemain tidak larut dalam kesalahan dan tetap fokus pada pertandingan.
Cara Hector Souto menjaga mental anak asuhnya menuai apresiasi luas. Banyak pihak menilai sang pelatih paham betul bahwa beban mental di laga final bisa menghancurkan kepercayaan diri pemain jika tidak ditangani dengan tepat. Souto memilih melindungi pemain dari tekanan berlebihan, baik dari dalam maupun luar lapangan.
Indonesia Bawa Pulang Dua Perunggu dari BATC 2026, PBSI Puji Tim Putri dan Soroti Anthony Ginting Cs
Israr Megantara saat ini bermain untuk Cosmo JNE Jakarta. Pemain berusia produktif itu juga dikabarkan akan segera melanjutkan karir ke Liga Futsal Spanyol bersama klub kasta kedua, Reyco Burela FC, setelah sukses menjalani trial pada Agustus 2025.
Jika terealisasi, langkah ini diyakini akan semakin mengangkat level permainan Israr sekaligus membawa nama futsal Indonesia ke panggung Eropa.