
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam rapim TNI-Polri di Istana Negara, Jakarta, Senin (9/2). Prabowo menyampaikan berbagai hal dalam pertemuan ini.
Arahan disampaikan secara tertutup. Anggota TNI-Polri hadir di halaman belakang antara Istana Merdeka dan Istana Negara. Ada tenda besar yang disiapkan.
Dari foto yang dibagikan Biro Pers Istana Kepresidenan, tampak Prabowo didampingi sejumlah menteri. Ada Menko Polkam Djauhari Chaniago, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Mendagri Tito Karnavian, Mensesneg Prasetyo Hadi, Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya, Kepala BIN Herindra, Wamenko Polkam Lodewijk Freidrich Paulus, Wamenhan Donny Ermawan.
Hadir pula Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, KSAL Laksamana Muhammad Ali, dan KSAU Marsekal Tonny Haryanto.
Tampak ustaz Adi Hidayat hadir membacakan doa dalam rapim TNI-Polri.
Jadi Tentara-Polisi Rakyat
Mensesneg Prasetyo Hadi mebeberkan isi arahan Prabowo. Ia menjelaskan, Prabowo meminta jajaran TNI-Polri untuk terus memperbaiki diri, merapatkan barisan, serta memperkuat persatuan demi kepentingan bangsa dan negara.
“Sebagai Panglima Tertinggi TNI maupun Polri, tentu Bapak Presiden memberikan pengarahan-pengarahan untuk bagaimana TNI maupun Polri harus menjadi institusi yang kuat, profesional, dan terutama tadi pesan beliau adalah untuk menjadi tentara rakyat dan polisi yang dicintai oleh rakyat,” ujar Prasetyo.
Dalam arahannya, kata Prasetyo, Prabowo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TNI dan Polri atas peran aktif mereka selama lebih dari satu tahun masa kepemimpinannya.
“TNI maupun Polri terus menjadi garda terdepan di dalam membantu dan menyukseskan seluruh program-program pemerintah yang semua program itu selalu orientasinya adalah untuk kepentingan rakyat, kepentingan bangsa, dan kepentingan negara, di atas segala kepentingan pribadi maupun golongan,” kata dia.
Selain itu, Prabowo menegaskan pentingnya persatuan. Ia meminta seluruh jajaran TNI dan Polri untuk terus bersatu, melakukan pembenahan internal, dan menjaga soliditas demi menjaga stabilitas nasional.

Terkait penghargaan, Prasetyo mengungkapkan Presiden Prabowo meminta pimpinan TNI dan Polri agar tidak ragu memberikan reward kepada anggota yang menunjukkan dedikasi dan pengabdiannya.
“Bapak Presiden memang secara khusus tadi juga menyampaikan bahwa meminta kepada pimpinan TNI maupun Polri untuk tidak ragu-ragu, kemudian juga tidak segan-segan untuk memberikan penghargaan kepada anggota TNI maupun anggota Polri yang telah menunjukkan darmabaktinya kepada bangsa dan negara, telah menunjukkan dedikasinya, telah menunjukkan pengabdiannya dalam berbagai bentuk penghargaan tersebut,” jelasnya.
Mengenai evaluasi, Prasetyo menilai arahan Prabowo tersebut sudah mencerminkan evaluasi kinerja TNI dan Polri. Evaluasi itu menekankan penguatan profesionalisme, persatuan, serta pengabdian kepada masyarakat.
Ia juga menyoroti peran TNI dan Polri dalam berbagai tugas kemasyarakatan, termasuk penanganan bencana dan pembangunan infrastruktur di daerah terpencil.
“Dalam hal penanganan bencana, TNI-Polri berada di garda yang paling depan. Kemudian, dalam hal pembangunan-pembangunan program pemerintah termasuk jembatan-jembatan di daerah-daerah terpencil, baik TNI maupun Polri juga bekerja keras ikut membangun sehingga bisa meringankan beban masyarakat” pungkasnya.
Apresiasi Penanganan Bencana
Prabowo juga mengapresiasi kerja TNI-Polri dalam penanganan bencana saat pengarahan itu. Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya.
“Presiden memberikan apresiasi besar kepada seluruh prajurit TNI-Polri, khususnya atas kecepatan dalam penanganan bencana di mana pun,” tulis Teddy dalam unggahan akun Instagram @sekretariat.kabinet.
Selain itu, Prabowo meminta TNI-Polri terus membuktikan kepercayaan rakyat dengan kesiapsiagaan serta kecepatan dalam membantu masyarakat.
“Buktikan kepercayaan yang diberikan rakyat kepada TNI-Polri dengan selalu siap dan cepat membantu rakyat di mana pun dan kapan pun,” sambung Teddy.

Prabowo juga mengapresiasi peran prajurit TNI–Polri dalam mengawal dan mendukung sejumlah program strategis pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa, Sekolah Rakyat, kedaulatan pangan dan energi, serta pembangunan jembatan desa bagi masyarakat dan anak sekolah.
Di bidang penegakan hukum, Prabowo menegaskan bahwa proses hukum harus dilakukan secara adil tanpa pandang bulu.
“Penanganan dan penegakan hukum harus dilakukan seadil-adilnya kepada siapa pun,” ujar Teddy.