Kemnaker gandeng Shopee target cetak 10 ribu afiliator baru

Photo of author

By AdminTekno

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bekerja sama dengan Shopee Indonesia menggelar kegiatan Training of Trainers (ToT) Shopee Affiliate di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Jawa Barat pada 11 hingga 13 Februari.

Program ini diikuti 100 peserta dari 21 Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) Kemnaker. Mereka akan diberi pelatihan oleh para trainer di Kampus UMKM Shopee yang telah tersertifikasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, Darmawansyah mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari kolaborasi untuk memperluas pelatihan berbasis non-APBN sekaligus mendorong penciptaan peluang kerja di sektor digital.

“Setiap peserta yang sudah menjadi trainer, nanti itu diminta untuk mengajar ke 100 orang peserta. Artinya kalau 100 orang trainer, Pak Menteri, kita harapkan ada multiplier 100 kali dari jumlah ToT saat ini. Namun, menurut kami itu terlalu sedikit. Mudah-mudahan bisa 200, 300, bahkan 500 peserta yang dilatih,” ujar dia di hadapan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli pada Rabu (11/2).

Ia menambahkan, skema kelas pelatihan yang biasanya berisi 16 peserta untuk pelatihan teknis diharapkan dapat diperluas menjadi 20 hingga 30 orang per kelas. Dengan demikian, efek multiplier pelatihan dapat semakin besar.

Menurut Darmawansyah, setelah pelatihan tatap muka selesai, peserta masih dapat meningkatkan kompetensi melalui Learning Management System (LMS) yang disediakan Shopee. Para instruktur yang telah mengikuti ToT diharapkan menyelenggarakan pelatihan lanjutan di balai masing-masing.

“Sebagaimana yang ditargetkan oleh Pak Menteri dalam rakor kita sebelumnya bahwa target pelatihan ini tidak menggunakan anggaran APBN, ini kita targetkan 4 kali lipat dari jumlah peserta yang ditargetkan dengan anggaran APBN,” sambung dia.

Agenda Kegiatan

Hari pertama diisi dengan pembukaan dan talkshow serta pemaparan success story dari para afiliator.

Hari kedua mencakup pengenalan dasar affiliate marketing dan Shopee Affiliate Program, pembuatan konten berkualitas melalui Shopee Live dan Shopee Video, serta strategi pemilihan produk.

Sementara, hari ketiga diisi dengan sesi tes praktik.

Penguatan Ekosistem Digital

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Direktur Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira menyebut pelatihan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat sumber daya manusia di sektor digital. Ia menilai transformasi digital bukan semata soal teknologi, melainkan kesiapan manusia memanfaatkannya.

“Ekosistem digital menjadi sangat penting, bukan karena ia canggih, tetapi karena mampu membuka peluang. Peluang untuk belajar, bekerja, dan tumbuh, bahkan bagi mereka yang berasal dari daerah-daerah yang jauh dari pusat ekonomi,” katanya.

Ia menyebut, potensi ekonomi digital Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai 100 miliar dolar Amerika Serikat. Dalam konteks e-commerce, riset internal menunjukkan 65 persen video lebih efektif mendorong konsumen melakukan transaksi. Bahkan, sekitar 50 persen peningkatan penjualan produk lokal di Shopee pada 2025 berasal dari Shopee Live dan Shopee Video.

Radynal menargetkan 100 instruktur yang dilatih dalam program ini dapat melahirkan setidaknya 10 ribu afiliator baru hingga akhir tahun, yang sekaligus membuka 10 ribu peluang kerja.

“Tadi kalau Bapak Dirjen bilang ada 100 instruktur hari ini di ruangan ini yang bisa melahirkan sekitar 100 orang baru. Dengan harapan kita sampai akhir tahun bisa lahir 10 ribu afiliator baru dan 10 ribu lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Pendampingan Berkelanjutan

Shopee, kata dia, juga akan melakukan pendampingan dan pemantauan berkala setiap tiga bulan untuk memastikan capaian program terukur.

“Kita evaluasi apabila memang ada kekurangan apa yang harus ditambah, sehingga output-nya benar-benar terukur ya,” ucap Radynal.

Selain itu, perusahaan menyiapkan insentif dan penghargaan bagi trainer dan afiliator dengan kinerja terbaik guna memacu semangat peserta.

Leave a Comment