
jatim.jpnn.com, SURABAYA – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya berupaya menekan harga bahan pokok yang selalu terjadi ketika mendekati bulan suci Ramadan.
Salah satu upayanya dengan menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM), yang digelar di Lapangan Asemrowo, Jalan Asem Raya Nomor 19, Kelurahan Asemrowo, Rabu (11/2).
Kepala DKPP Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan GPM menjadi langkah strategis dalam menjaga daya beli masyarakat, serta stabilitas harga dan pasokan pangan.
“Melalui Gerakan Pangan Murah tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan harga yang lebih terjangkau, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi,” ujar Antiek.
Dalam GPM tersebut, berbagai komoditas pangan strategis dijual dengan harga lebih murah dibandingkan pasar.
Beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual Rp58.000 per zak, beras Yarice 5 kilogram Rp74.500, dan beras Kembang Desa 5 kilogram Rp73.000. Gula pasir dijual mulai Rp16.500 hingga Rp17.500 per kilogram.
Minyak goreng menjadi salah satu komoditas paling diburu warga. Minyak Moorah kemasan 700 mililiter dijual Rp14.000 per botol, sedangkan Minyakita dijual Rp15.000 per liter.
Selain itu, tersedia pula daging ayam ras sekitar satu kilogram per ekor seharga Rp35.500 serta telur ayam ras Rp29.500 per kilogram.
Dia menambahkan Kecamatan Asemrowo sebagai lokasi pelaksanaan, karena animo masyarakat begitu tinggi dalam membeli kebutuhan pangan.
“Penjualan beras mencapai sekitar 200 zak, minyak goreng sebanyak 1.200 liter habis terjual, serta gula sekitar 240 kilogram ludes dibeli warga. Untuk komoditas daging, nilai transaksi mencapai sekitar Rp1,5 juta,” kata dia.
GPM juga melibatkan Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan yang menyediakan daging sapi segar dan produk olahan daging sapi.
Kemudian pelaku usaha lokal dari Pasar Induk Surabaya Sidotopo (PISS) turut menyediakan bawang merah, bawang putih, serta cabai dalam kemasan praktis.
Program Padat Karya Pemberdayaan Keluarga Miskin menyediakan telur ayam, sedangkan Kelompok Tani Guyub Sejahtera menghadirkan sayuran segar
“Kami berkomitmen memperluas GPM serta Pasar Murah Dinkopumdag sebagai langkah konkret menjaga daya beli masyarakat menjelang Ramadhan dan Idulfitri,” bebernya.
Program tersebut direncanakan dapat menjangkau seluruh kecamatan dengan frekuensi hingga 18–20 kali pelaksanaan, dalam satu bulan.
“GPM dan Pasar Murah Dinkopumdag akan terus dilaksanakan dengan melibatkan Tim Pengendali Inflasi Daerah, serta sejumlah perangkat daerah, guna menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan keterjangkauan pangan bagi seluruh warga,” pungkasnya. (mcr23/jpnn)