Tembok milik warga roboh, kerusakan di SMPN 182 ditargetkan rampung 23 Februari

Photo of author

By AdminTekno

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta melakukan tindak lanjut terkait rusaknya fasilitas sekolah SMPN 182 Jakarta Selatan, usai tertimpa tembok pembatas rumah setinggi 5,3 meter pada Minggu (15/2).

Beruntung peristiwa tersebut terjadi saat sekolah sedang libur sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Kepala Unit Pengelola Prasarana dan Sarana Pendidikan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Budiyono, menjelaskan tentang kejadian tersebut.

“Jadi pada hari Minggu tanggal 15 Februari jam 11.22 itu tembok itu rubuh gitu kan. Temboknya, tembok milik Ibu Sofiana dan Pak Suprayitno, itu yang berukuran 5,3 x 60 meter, roboh menimpa pagar tembok SMPN 182 dan sedikit gedung ruang piket SMPN 182,” ujar Budiyono saat dikonfirmasi, Senin (16/2).

Ia menegaskan, dampak kerusakan hanya terjadi pada bagian pagar dan sedikit ruang piket sekolah.

“Bangunan sekolah itu sebenarnya bukan bangunan, sedikit, kalau yang berdampak pada prinsipnya nggak ada, cuma ruang piket sedikit gitu. Nggak ada,” katanya.

Budiyono menyebut, pihaknya langsung melakukan koordinasi lintas instansi setelah kejadian.

“Jadi sudah dilakukan koordinasi ya, antara dengan Sudin, dengan Polsek, dengan Babinsa, FKDM kecamatan, kelurahan Kalibata, Satpol PP,” paparnya.

“Terus yang pertama itu langkah-langkahnya adalah melakukan pengerukan ya dari SDA. Itu agar paritnya itu tidak mampet gitu, sehingga tidak terjadi banjir. Terus jadi sekarang lagi proses apa, pembersihan gitu,” imbuhnya.

Selain pembersihan puing dan pengerukan saluran air, pihaknya juga akan memasang pagar sementara di area terdampak.

“Kemudian nanti dibikinin sementara pagar sementara. Terus dari juga dari Sarpras, dari Sudin juga sekarang lagi melakukan inventarisasi terhadap kerusakan-kerusakan yang mungkin gitu, karena kan semuanya akan dilakukan perbaikan oleh Ibu Sofi sama Pak Suprayitno,” lanjut Budiyono.

Untuk target penyelesaian perbaikan akan dilakukan sebelum dimulainya aktivitas belajar mengajar.

“Ditargetkan tanggal 23 (Februari) selesai,” ujarnya.

Lalu terkait biaya perbaikan, Budiyono memastikan akan menjadi tanggung jawab pemilik tembok.

Full, full semuanya di-cover oleh yang punya tembok,” tegasnya.

Leave a Comment