
Sifaul Iiiati Nur Alawiyah (19) menjadi saksi hidup kepergian keluarganya dalam satu malam. Ayah, ibu, dan satu adiknya meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di jalan irigasi Desa Kondangjaya, Kecamatan Karawang Timur, Karawang pada Minggu (15/2) malam.
Pilu menyelimuti Sifa. Suaranya bergetar saat menceritakan peristiwa yang merenggut nyawa keluarganya itu.
Malam itu, Sifa bersama ayahnya, Idik Tasdik (46); ibunya, Itiar (42); serta tiga adiknya, Hafidz (13), Miyaz (8), dan Miyeza (7); baru saja pulang dari sebuah mal di Karawang. Mereka pergi untuk makan bersama dengan tujuan merayakan ulang tahun sang ibu dan kelulusan tahfidz salah satu adiknya.
“Kita cuma pengin makan-makan aja. Mama yang ngajakin. Sekalian mau jenguk om mama yang lagi sakit,” tutur Sifa.
Ia menuturkan, sesaat sebelum kejadian, kondisi jalan cukup gelap dan arus lalu lintas cukup ramai. Namun tiba-tiba, terdapat kontainer dari atas yang merangsek masuk ruas jalan.
Tanpa diduga, tiba-tiba saja kontainer tersebut terguling ke arah mobil mereka tanpa sempat menghindar.

Ayah, ibu, dan adik Sifa yang duduk di kursi depan seketika tertimpa. Atap mobil langsung ambruk. Kap depan hancur. Kaca-kaca pecah berserakan hingga memenuhi pakaian sang adik.
“Bapak saya udah, udah enggak bisa ngehindar lagi, di situ kita panik. Udah teriak-teriak di situ. Mama! Mama!” ujar Sifa terisak menahan tangisnya.
Sifa yang duduk di kursi belakang, saat itu, mencoba membuka pintu. Namun pintu sudah bengkok, handle copot, dan kunci tak bisa digerakkan dari dalam.
“Saya tarik-tarik enggak bisa. Pintunya sudah enggak bisa dibuka,” katanya.
Kepanikan dan rasa takut menyelimuti Sifa. Ia dan adiknya yang berada di kursi belakang baru bisa keluar melalui jendela yang pecah karena tertimpa badan truk.
Sementara itu, ayah, ibu, dan adik ketiganya tak terselamatkan. Mereka meninggal di lokasi kejadian.
Ingin Foto Keluarga, Namun Tak Jadi
“Saya cuma mau foto keluarga lengkap,” tutur Sifa mengingat kembali momen sebelum kecelakaan menimpa keluarganya.
Sifa mengaku tak memiliki firasat apa pun terkait insiden tragis tersebut. Hanya saat makan bersama di mal, ia sempat mengajak orang tua dan adik-adiknya foto bersama.
Namun karena kadung sore, niatan foto keluarga itu pun urung dilakukan. “Saya bilang, ‘Mah ayo foto keluarga.’ Tapi enggak jadi karena sudah sore dan mau ke rumah om,” katanya lirih.