
KTT perdana Board of Peace (BoP) baru saja digelar di Washington DC. Pada KTT itu, disebutkan pula rencana penempatan pasukan di bawah struktur International Stabilization Force (ISF).
Pasukan ini akan bertugas untuk membantu rekonstruksi, menjaga perdamaian, serta stabilitas Gaza. Komandan ISF, Mayor Jenderal Jasper Jeffers menjelaskan rencana penempatan pasukan di Gaza.
“Sudah ada tim dari Angkatan Darat AS yang menyiapkan infrastruktur untuk ISF. Tim ini sudah beroperasi lewat Joint Operation Center. Lalu, (Gaza) ada 5 sektor berbeda, setiap sektor diisi 1 brigade ISF,” kata Jeffers, saat KTT BoP, Kamis (19/3).

Ia lalu menunjukkan sebuah peta rencana penempatan pasukan. Gaza dibagi jadi 5 sektor; Rafah, Khan Younis, Deir el-Balah, Kota Gaza, dan Gaza Utara.
Sementara menurut standar NATO atau TNI, 1 brigade diperkuat oleh 3.000-5.000 pasukan.
“Dalam jangka pendek, penempatan pertama di Rafah, lalu akan berkembang ke sektor demi sektor,” kata Jeffers.
ISF memproyeksikan, akan ada 12 ribu polisi dan 20 ribu tentara ISF untuk rencana jangka panjang.
Indonesia yang ditunjuk jadi Wakil Komandan (Deputy Commander) ISF, akan menerjunkan 8.000 pasukan ke Gaza, bersama dengan 4 negara lain yang sudah berkomitmen mengirim pasukan dalam fase awal.
“Saya dengan sangat senang mengumumkan hari ini bahwa lima negara pertama telah berkomitmen mengirimkan pasukan untuk bertugas dalam International Stabilization Force: Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania,” ucap Jeffers.
Sementara itu ada 2 negara lainnya, yakni Mesir dan Yordania yang akan fokus melatih polisi di Gaza.