



Otoritas Meksiko mengerahkan tambahan 2.000 personel militer ke negara bagian Jalisco pada Senin, menyusul gelombang kekerasan yang terjadi setelah penangkapan dan kematian gembong kartel paling dicari di negara itu, Nemesio Oseguera, yang dikenal dengan julukan “El Mencho”.
Dikutip dari Reuters, Menteri Pertahanan Meksiko, Ricardo Trevilla, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga personel militer yang gugur dalam operasi tersebut sekaligus memuji keberhasilan pasukan khusus yang terlibat.
“Pertama-tama, saya ingin menyampaikan belasungkawa kepada keluarga rekan-rekan kami yang telah gugur… dan penghargaan kepada personel militer kami yang telah melaksanakan operasi yang sukses. Operasi ini dapat dilihat dari berbagai perspektif, tetapi jelas bahwa mereka telah menyelesaikan misi mereka. Apa yang ditunjukkan? Kekuatan negara Meksiko. Tidak ada keraguan tentang itu,” ujarnya.
Menurut otoritas setempat, penangkapan Oseguera dipicu oleh informasi terkait kunjungan pasangan romantisnya, yang membantu aparat melacak keberadaannya. Ia merupakan pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), salah satu organisasi kriminal paling kuat dan berpengaruh di Meksiko.
Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya menawarkan hadiah sebesar USD 15 juta atau setara Rp 252,6 miliar untuk informasi yang mengarah pada penangkapan Oseguera.
Kementerian Pertahanan Meksiko menyatakan Oseguera meninggal dunia di dalam helikopter setelah mengalami luka serius dalam operasi militer oleh pasukan khusus di wilayah berhutan di luar kota Tapalpa, Jalisco bagian barat.
Pengerahan tambahan pasukan dilakukan untuk mengantisipasi potensi eskalasi kekerasan lanjutan pasca-operasi tersebut, sekaligus memperkuat pengamanan di sejumlah titik rawan di wilayah itu.
