
Cuaca ekstrem mengakibatkan lima penerbangan terpaksa dialihkan dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, pada Selasa (24/2). Cuaca ekstrem tersebut yakni hujan lebat dan angin kencang.
“Hingga saat ini, terdapat lima penerbangan yang terdampak atas kondisi cuaca tersebut,” kata Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi saat dikonfirmasi.
Adapun dua penerbangan terdampak, pesawat dialihkan terlebih dahulu ke bandara lain, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Bali. Sementara penerbangan yang terdampak saat penerbangan, jadwalnya jadi delay. Berikut lima penerbangan yang terdampak:
Kedatangan:
Cebu Pacific nomor penerbangan 5J 281 rute Manila – Denpasar dialihkan ke Makassar pada pukul 00.12 WITA. Penerbangan tersebut telah mendarat di Denpasar pada pukul 05.40 WITA.
Indonesia Air Asia nomor penerbangan QZ 247 rute Phuket – Denpasar dialihkan ke Jakarta pada pukul 01.05 WITA. Penerbangan tersebut telah mendarat di Denpasar pada pukul 07.02 WITA.
Keberangkatan:
Cebu Pacific nomor penerbangan 5J 282 rute Denpasar – Manila, dijadwalkan untuk terbang pada pukul 01.00 WITA. Pesawat telah diberangkatkan pada pukul 04.00 WITA.
Transnusa nomor penerbangan 8B 5254 rute Denpasar – Lombok, dijadwalkan berangkat pukul 12.40 WITA. Pesawat mengalami penjadwalan ulang penerbangan (rescheduled) untuk diberangkatkan pada pukul 15.29 WITA.
Wings Air nomor penerbangan IW 1856 rute Denpasar – Lombok, dijadwalkan berangkat pada pukul 11.10 WITA. Pesawat telah diberangkatkan pada pukul 12.08 WITA, dan telah mendarat pada pukul 12.40 WITA.
Eka Sandi mengatakan operasional bandara tetap berjalan normal.

PT Angkasa Pura Indonesia selaku pengelola bandara melakukan koordinasi dengan BMKG dan AirNav Indonesia memantau perkembangan cuaca di area bandara demi memastikan keselamatan dan keamanan penumpang.
“Kepada seluruh pengguna jasa Bandara I Gusti Ngurah Rai diimbau untuk tiba lebih awal di bandara dan senantiasa memantau kondisi lalu lintas menuju bandara demi kelancaran perjalanan,” katanya.
Pantauan kumparan, hujan melanda wilayah Bali sejak Sabtu (21/1) lalu. Banjir di Kabupaten Badung, Kabupaten Tabanan dan Kota Denpasar terjadi sejak Selasa (24/2). Ketinggian banjir sekitar 30 centimeter sampai 120 centimeter.
BPBD mencatat ada 42 titik banjir, 5 titik tanah longsor, 1 tanggul jebol, 1 titik angin puting beliung, 2 titik pohon tumbang dan 4 titik senderan jebol.
Pantauan kumparan, jumlah warga yang dievakuasi lebih dari 30 orang, sedangkan jumlah wisatawan lebih dari 80 orang akibat banjir ini.