
Pemerintah memberi sinyal membuka peluang penggunaan kendaraan produksi dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Opsi ini mencuat di tengah rencana impor 105 ribu unit pikap dari India untuk mendukung operasional koperasi tersebut.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan sejalan dengan pandangan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang meminta impor tersebut ditunda. Ia menegaskan mengikuti sikap yang disampaikan Dasco soal perlunya mempertimbangkan kesiapan industri otomotif nasional.
“Pak Dasco ada komentar katanya kemarin, kami ikuti Pak Dasco saja,” kata Purbaya kepada wartawan di kantornya, Selasa (24/2).
Menurut Purbaya, Presiden Prabowo Subianto juga memiliki komitmen yang jelas dalam mendorong penguatan industri dalam negeri. Karena itu, ia menilai arah kebijakan kepala negara sudah tegas dalam konteks keberpihakan pada produksi nasional.
“Kalau menurut saya harusnya sih kalau Presiden juga tujuannya adalah menggalakkan industri dalam negeri. Saya pikir Presiden sih posisinya clear dalam hal ini,” ungkapnya.
Sebelumnya, Dasco menyampaikan Presiden Prabowo akan meminta pandangan dari berbagai pihak untuk mengkaji kesiapan perusahaan dalam negeri memproduksi 105 ribu unit pikap yang semula direncanakan diimpor dari India. Evaluasi itu dilakukan untuk memastikan kemampuan kapasitas dan kesiapan industri nasional.
Di sisi lain, Dasco juga meminta pemerintah menunda rencana impor tersebut. Penundaan dinilai perlu lantaran Presiden Prabowo Subianto masih menjalani agenda lawatan ke luar negeri.
“Tentunya, Presiden pada saat pulang akan membahas detail-detail mengenai impor tersebut,” kata Dasco.
Adapun sebelumnya dua perusahaan otomotif India, PT Tata Motors dan Mahindra Ltd, mengumumkan rencana memasok total 105 ribu unit kendaraan pikap untuk BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara. Kendaraan tersebut akan digunakan untuk mendukung operasional KDMP.
Tata Motors disebut akan memasok masing-masing 35 ribu unit pick up Yodha dan 35 ribu unit truk T.7 melalui anak usahanya PT Tata Motors Distribusi Indonesia. Sementara itu, sebanyak 35 ribu unit pikap lainnya akan dipasok oleh Mahindra & Mahindra Ltd.