Trump ungkap AS terima 80 juta barel minyak Venezuela sejak penangkapan Maduro

Photo of author

By AdminTekno

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan AS telah menerima lebih dari 80 juta barel minyak dari Venezuela sejak penangkapan Nicolas Maduro.

Trump memerintahkan penangkapan mantan Presiden Venezuela tersebut pada bulan Januari lalu atas tuduhan perdagangan narkoba dan kejahatan lainnya. Sejak saat itu, AS telah melonggarkan sanksi minyak terhadap Venezuela dalam upaya meningkatkan produksi.

“Kami baru saja menerima dari teman dan mitra baru kami, Venezuela, lebih dari 80 juta barel minyak,” kata Trump dalam pidato kenegaraan di Gedung Putih, dikutip dari AFP, Rabu (25/2).

“Produksi minyak Amerika meningkat lebih dari 600.000 barel per hari,” tambahnya.

Penangkapan Maduro oleh Trump dinilai salah satunya didasari oleh minyak, bukan narkoba seperti yang dituduhkan. Bagaimana sebenarnya kondisi industri minyak Venezuela yang disebut memiliki cadangan minyak terbesar di dunia?

Dikutip dari Reuters, Venezuela memang memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, tetapi produksi minyaknya dianggap masih rendah karena salah urus, kurangnya investasi, dan sanksi internasional.

Venezuela memiliki sekitar 17 persen cadangan global atau 303 miliar barel. Lebih tinggi dari milik Arab Saudi. Cadangannya sebagian besar terdiri dari heavy oil di wilayah Orinoco di Venezuela tengah, sehingga minyak mentahnya mahal untuk diproduksi.

Venezuela adalah anggota pendiri OPEC bersama Iran, Irak, Kuwait, dan Arab Saudi. Negara itu pernah memproduksi minyak sebanyak 3,5 juta barel per hari pada 1970-an. Jumlah tersebut saat itu mewakili lebih dari 7 persen produksi minyak global.

Namun produksi minyak Venezuela turun di bawah 2 juta barel per hari selama tahun 2010-an. Pada 2025 lalu, rata-rata produksinya sekitar 1,1 juta barel per hari atau hanya 1 persen dari produksi global.

Venezuela menasionalisasi industri minyaknya pada 1970-an dengan membuat Petroleos de Venezuela S.A. (PDVSA). Selama tahun 1990-an, Venezuela mengambil langkah-langkah untuk membuka sektor ini bagi investasi asing. Setelah terpilihnya Hugo Chavez pada tahun 1999, Venezuela mewajibkan kepemilikan mayoritas PDVSA atas semua proyek minyak.

PDVSA mendirikan usaha patungan dengan harapan meningkatkan produksi, termasuk dengan Chevron, China National Petroleum Corporation, ENI, Total, dan Rosneft Rusia.

Leave a Comment