Meghan Markle & Pangeran Harry kunjungi Yordania, temui pengungsi Gaza

Photo of author

By AdminTekno

Meghan Markle dan Pangeran Harry tengah melakukan kunjungan ke Yordania dalam rangka menjalani kegiatan kemanusiaan. Pasangan Sussex tiba di Ibu Kota Amman pada Rabu (26/2) dan akan berada di negara Timur Tengah itu selama dua hari.

Lawatan Harry dan Meghan ke Yordania dilangsungkan atas undangan dari Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus. Kunjungan ini dikonfirmasi bukan berkaitan dengan pemerintah maupun Kerajaan Inggris.

Selama dua hari, Meghan dan Harry akan menjalani kegiatan yang berkaitan dengan bantuan kemanusiaan, bantuan makanan, serta bantuan medis terkait dengan konflik dan perang Timur Tengah, seperti Suriah dan Gaza. Yordania merupakan salah satu negara di wilayah tersebut yang ikut menyalurkan bantuan, menampung pengungsi, serta memberikan bantuan medis kepada korban terdampak perang.

“Pasangan Sussex sangat pro-keluarga dan pro-anak. Kegiatan filantropi mereka merefleksikan nilai-nilai dan kepedulian mendalam mereka terhadap kemanusiaan,” ujar seorang sumber, sebagaimana dilansir People.

Di hari pertama kunjungan Harry dan Meghan, mereka mengawali kegiatan dengan mengikuti rapat bersama WHO, badan-badan derma, serta lembaga-lembaga di bawah PBB seperti UNICEF, UNHCR, World Food Programme, dan UNWRA.

Selepas pertemuan tersebut, pasangan Sussex bertolak ke kamp pengungsi Suriah terbesar di Yordania, Za’atari. Mereka mengunjungi QuestScope Youth Center dan berinteraksi langsung dengan anak-anak muda Suriah yang terdampak konflik di negara asalnya.

Tak hanya itu, dikutip dari People, Harry dan Meghan juga ikut menjalani aktivitas ringan bersama para pengungsi seperti bermain sepak bola, mengikuti kelas seni, serta menikmati kelas musik.

Setelahnya, Harry dan Meghan berkunjung ke Specialty Hospital. Ini adalah rumah sakit untuk merawat korban luka dan amputasi Gaza akibat serangan militer Israel di Jalur Gaza. Di sana, Meghan kabarnya berbincang-bincang dengan sejumlah korban amputasi, salah satunya remaja perempuan bernama Maria.

Maria mengidap gangguan depresi pascatrauma akibat ledakan bom dalam agresi militer Israel. Enam anggota keluarga Maria tewas, termasuk kedua orang tuanya. Jemari kaki kanan Maria terpaksa diamputasi karena luka bakar serius yang dideritanya.

Ada pula remaja laki-laki bernama Jaber yang mengalami kerusakan kaki akibat ditembak. Kala itu, Jaber tengah mengambil bantuan makanan di Gaza untuk keluarganya. Dia pun langsung dilarikan ke Yordania untuk dirawat. Kini, kaki Jaber harus disangga menggunakan kerangka logam.

“Saya sangat senang kamu menerima perawatan yang kamu butuhkan,” kata Meghan.

Di hari kedua kunjungan, sang Duke dan Duchess of Sussex dijadwalkan untuk bertemu dengan staf World Central Kitchen, yayasan yang mengkoordinasi bantuan makanan untuk Gaza dari Amman, Yordania.

Mereka juga berencana untuk mendatangi pusat rehabilitasi untuk pencandu, lokasi perawatan kanker, serta bertemu dengan para pemimpin perempuan di yayasan Jordanian Hashemite Fund for Human Development.

Dikutip dari BBC, pada September 2025 yayasan Archewell Philanthropies milik Harry dan Meghan mengumumkan bahwa mereka akan berdonasi untuk membantu pembuatan tangan dan kaki palsu untuk korban amputasi Gaza dan Ukraina. Yayasan filantropi ini juga menyalurkan bantuan sebesar USD 200 ribu (Rp 3,3 miliar) untuk membantu evakuasi medis dari Gaza ke Yordania.

Ini menjadi kunjungan luar negeri resmi pertama Meghan dan Harry sejak dua tahun lalu. Pasangan ini melawat ke Nigeria pada Mei 2024 dan Kolombia di Agustus 2024.

Leave a Comment