Populer: Dirut LPDP ancam pajang awardee bermasalah; China bakal beli 120 Airbus

Photo of author

By AdminTekno

Pengeluaran dana LPDP untuk beasiswa luar negeri yang mencapai miliaran rupiah menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Kamis (26/2). Selain itu, ultimatum Direktur Utama LPDP kepada alumni yang tidak patuh. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

1 Penerima LPDP di Inggris Bisa Habiskan Rp 967 Juta Setahun, di UGM Rp 75 Juta

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mengalokasikan anggaran yang signifikan untuk program beasiswa, dengan disparitas biaya yang mencolok antara studi di dalam dan luar negeri. Direktur Utama LPDP, Sudarto, mengungkapkan bahwa untuk program magister di University of Edinburgh, Inggris, biaya yang digelontorkan bisa mencapai Rp 967 juta per tahun. Angka ini kontras jauh dengan biaya studi magister di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang sekitar Rp 75 juta per tahun per orang, mencakup living allowance, asuransi, buku, serta biaya perjalanan. Untuk jenjang doktoral, biaya di UGM rata-rata Rp 99 juta per tahun, sementara di Edinburgh bisa mencapai Rp 824 juta.

Perbedaan biaya yang lebih dari 10 kali lipat ini mendorong LPDP untuk menerapkan strategi komposisi penerima beasiswa. Saat ini, sekitar 55 persen awardee menempuh studi di kampus domestik, sedangkan 45 persen sisanya di luar negeri. Kebijakan ini bertujuan menjaga keberlanjutan dana abadi pendidikan sekaligus memastikan akses pembiayaan yang luas bagi calon penerima beasiswa, sejalan dengan prinsip akuntabilitas pengelolaan dana publik.

Ultimatum Dirut LPDP: Alumni yang Tak Patuh Namanya Dipajang di Website

Direktur Utama LPDP, Sudarto, menyampaikan ultimatum keras terhadap alumni penerima beasiswa yang dinilai tidak patuh terhadap kewajiban pengabdian. Sebagai bentuk transparansi dan efek jera, LPDP tengah mempertimbangkan untuk mempublikasikan nama-nama awardee bermasalah di situs resmi lembaga.

Sudarto menekankan bahwa dana LPDP bersumber dari uang publik sehingga harus dipertanggungjawabkan, mengingat proses penindakan terhadap puluhan awardee yang mangkir dari kewajibannya di Indonesia sedang berjalan.

Berdasarkan data LPDP per 31 Januari 2026, dari total 32.876 alumni, sebanyak 44 orang masuk dalam daftar penindakan. Delapan di antaranya telah dijatuhi sanksi pengembalian dana karena terbukti tidak menjalankan kewajiban mengabdi di Indonesia, sementara 36 lainnya masih dalam proses pemeriksaan.

Penting untuk dicatat, tidak semua alumni di luar negeri dianggap melanggar; tercatat 307 alumni di luar negeri memiliki izin magang atau studi lanjut, dan 172 orang bekerja sesuai ketentuan LPDP di lembaga internasional seperti PBB dan Bank Dunia.

China Bakal Beli 120 Airbus

China bakal membeli 120 pesawat dari Airbus seiring kunjungan Kanselir Jerman Friedrich Merz ke Beijing. Kesepakatan ini menjadi salah satu hasil konkret dari upaya mempererat kembali hubungan ekonomi kedua negara yang sempat diwarnai ketegangan akibat defisit perdagangan besar.

Mengutip Reuters, dalam kunjungan pertamanya sebagai kanselir, Merz bertemu Presiden China Xi Jinping. Ia menegaskan keinginannya memperdalam hubungan ekonomi dengan mitra dagang terbesar Jerman tersebut.

“Semakin bergejolak dan saling terkaitnya dunia, semakin Tiongkok dan Jerman perlu memperkuat komunikasi strategis dan meningkatkan kepercayaan timbal balik strategis,” katanya dikutip dari Reuters, Kamis (26/2).

Merz datang bersama delegasi pelaku usaha besar Jerman. Hubungan dagang kedua negara belakangan menjadi sorotan, terutama setelah defisit perdagangan Jerman dengan China membengkak hingga 90 miliar euro tahun lalu.

Leave a Comment