Ringkasan Berita:
- Ferry Irwandi mengkritik pengadaan mobil dinas Rp8,5 miliar untuk Rudy Mas’ud karena dinilai berlebihan dan lebih baik dialihkan ke puskesmas serta UMKM.
- Rudy menyatakan mobil mewah itu mencerminkan Kaltim sebagai etalase Indonesia dengan IKN, tidak melanggar aturan, dan sesuai batas 3.000 cc Permendagri.
- Sekda menyebut kendaraan dibutuhkan untuk medan berat, sementara spesifikasinya diduga mengarah ke Land Rover tipe Range Rover 3.0 Autobiography LWB
Kita Tekno – – Kreator konten sekaligus pendiri Malaka Project, Ferry Irwandi memberikan kritikan dan sindirannya terkait mobil dinas mewah Rp8,5 miliar untuk Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud.
Ferry menilai, pengadaan mobil mewah tersebut berlebihan.
Menurut pria kelahiran 16 Desember 1991 itu, uang Rp8,5 miliar bisa digunakan keperluan lebih penting lainnya.
Seperti pembangunan puskesmas hingga pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Uang 8,5 miliar untuk beli mobil dinas kalau buat jalan jalan bisa dapat itu 3-5 km, bisa dapat puskesmas tipe D, bisa dapat cold storage 30-50 ton, dana bergulir ke ratusan UMKM, bangun sentra produksi.”
“Kalau 200 UMKM masing-masing naik omzet 3 juta/bulan, berarti 600 juta/bulan, berarti 7,2 miliar setahun tambahan aktivitas ekonomi,” tulis Ferry, dikutip dari akun Threads pribadinya, Jumat (27/2/2026).
Ferry kemudian menyarankan agar Gubernur Rudy Mas’ud memakai Hilux dengan harga mulai dari Rp283,7 juta hingga Rp764,9 juta.
Mobil keluaran Toyota dikenal bandel melibas jalan rusak.
“Kalau kebutuhannya emang offroad ya hilux aja cukup ya pak,” tandas Ferry.
Penjelasan Gubernur Rudy Mas’ud
Rudy Masud dalam kesempatannya menjelaskan alasan di balik pemilihan mobil mewah sebagai mobil dinasnya.
Ia menegaskan, tidak ingin memakai mobil Toyota Kijang.
Semua tidak lepas dari posisi Kalimantan Timur yang strategis dengan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN)
Bahkan, Rudy Masud memandang provinsi yang dipimpinnya mewakili wajah serta miniatur Indonesia.
“Ingat, Kalimantan Timur ini etalase Indonesia. Jangan saya disuruh pakai kijang dek,” tegasnya, dikutip dari TribunKaltim.co, Selasa (24/2/2026).
Rudy Masud melanjutkan, dirinya juga tidak ingin masyarakat Kaltim dipandang miskin.
Sehingga dengan adanya mobil dinas mewah tidak langsung dapat menjaga harkat dan martabat.
“Jangan direndahkan masyarakat Kaltim ini seolah-olah miskin banget gitu loh,” tambahnya.
Rudy Masud kemudian meminta polemik pengadaan mobil mewah tidak perlu perpanjang.
Ia meminta masyarakat mengurangi membicarakan orang, terlebih saat ini di bulan suci Ramadan.
“Pada teman-teman ku semua, kita sedang berpuasa tolong tidak terlalu banyak ghibah (membicarakan orang) nanti dosanya berlipat ganda,” katanya.
Tidak Langgar Aturan 
Rudy Masud juga memastikan, pengadaan mobil dinas di Kalimantan Timur tidak menyalahi aturan pada Permendagri Nomor 7 Tahun 2006.
Dalam aturan tersebut, jelas kepala daerah tingkat Gubernur hanya boleh memiliki 1 kendaraan dinas.
Ia bisa memilih jenis sedang dengan maksimal 3.000 cc atau jeep 4.200 cc.
“Mobil yang kami adakan hanya yang 3.000 cc,” tutur Rudy Masud.
Ditanya soal keberadaan mobil dinas itu, ia menyebut, masih ada di Jakarta.
Sedangkan terkait harganya Rp8,5 miliar, Rudy Masud menyebut wajar.
“Persoalan harga. Ada rupa ada harga. Ada mutu ada kualitas, ada harganya. Kita tidak mengikuti harganya. Kami hanya pesan itu saja sesuai Permendagri. Mobilnya dipakai untuk di Jakarta,” tandasnya.
Pernyataan berbeda disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Timur (Kaltim), Sri Wahyuni.
Ia menjelaskan, pengadaan mobil dinas itu diperuntukan di Kaltim karena kondisi medan yang berat.
Rudy Masud diketahui sering meninjau berbagai wilayah hingga ke pelosok.
Sehingga tak jarang perjalannya terganggu karena masalah jalan.
“Kondisi geografis Kaltim ini tidak ringan. Masih banyak wilayah dengan akses terbatas, jalur tanah, bahkan kawasan hutan yang belum sepenuhnya terbuka,” katanya, dikutip dari Kompas.com.
“Intinya, kalau kepala daerah ingin memastikan langsung kondisi lapangan, kendaraan yang digunakan memang harus mendukung. Supaya ketika mengambil kebijakan infrastruktur, itu benar-benar berdasarkan kondisi nyata di lapangan,” tandasnya.
Diduga Land Rover
Hingga kini belum diketahui secara pasti apa merek mobil dinas mewah milik Gubernur Kalimantan Timur.
Namun, ada spesifikasi dan anggarannya yang terpanjang dalam sistem Inaproc Pemprov Kaltim.
Mobil dinas tersebut, berjenis SUV hybrid dengan spesifikasi mesin 2.996 cc bertenaga 434 HP.
Didukung kapasitas baterai 38,2 kWh serta penggerak listrik 140 kW bertorsi 620 Nm, dengan nilai pengadaan sekitar Rp 8,5 miliar.
Berbekal spesifikasi dan harga yang disebutkan, diduga mobil yang dipilih dari pabrikan Land Rover dengan tipe Range Rover 3.0 Autobiography LWB.
Lewat situs resmi Land Rover Indonesia, diketahui mobil tersebut dibanderol dengan harga Rp 7,43 miliar di Jakarta.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co dengan judul Disorot soal Pengadaan Mobil Dinas Rp 8,5 Miliar, Rudy Mas’ud: Jangan Saya Disuruh Pakai Kijang
(Tribunnews.com/Endra)(TribunKaltim.co/RaynaldiPaskalis)(Kompas.com)